Minggu, 17 Mei 2015

dukungan nelayan tayu terhadap larangan penggunaan alat tangkap pukat tarik dan hela

DUKUNGAN NELAYAN KECAMATAN TAYU TERHADAP LARANGAN PENGGUNAAN ALAT TANGKAP PUKAT TARIK / HELA DAN PENGGUNAAN ALAT TANGKAP RAMAH LINGKUNGAN

Pada saat ini nelayan kecil kecamatan Tayu pendapatannya dari menangkap ikan dilaut dari waktu kewaktu terus turun hal ini karena penurunan kwalitas lingkungan laut akibat pencemaran , kerusakan hutan mangrove rusaknya karang dll sehingga ikan yang ada dilaut sambiroto semakin berkurang.
Untuk meningkatkan hasil mereka berusaha untuk memiliki alat tangkap lebih dari satu jenis dengan maksud pada waktu musim ikan tertentu mereka tetap bisa menangkap ikan dengan ikan tersebut, mereka menyadari betapa pentingnya kelestarian lingkungan serta penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan , hal ini dibuktikannya dengan dilakukannya penanaman mangrove dipantai serta dirawatnya serta mengamankan laut dari penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Untuk mendukung larangan penggunaan Pukat Tarik / hela , kelompok usaha bersama penangkapan ikan desa Sambiroto yaitu KUB Sejahtera ,KUB Maju bersama, KUB Mina Baru ,KUB bangkit Mandiri serta Dari desa Keboromo KUB Bino Makmur , KUB Bangkit sejahtera  sepakat menggunakan alat tangkap ramah lingkungan, selain itu juga dibentuknya kelompok pecinta lingkungan dengan nama kelompok Wana samudra yang telah beraksi menanam mangrove jenis api api di pantai dengan menggandeng pramuka banyangkari kec tayu dan sekolah lainnya untuk bekerja sama melestarikan lingkungan terutama pantai.
Atas kesadaran mereka nelayan Kecamatan Tayu , dengan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan contoh , alat tangkap udang Trimelnet , jaring insang untuk belanak ( Jaring kodo ) , jaring insang kembung , bubu rajungan / kepiting.
Dengan adanya larangan penangkapan rajungan / kepiting yang kecil dan yang bertelur itu merupakan langkah positif pemerintah . tetapi dibalik itu bagi pembudidaya kepiting yang sengaja membudidayakan Kepiting dibikin bertelur akhirnya tidak berani operasional lagi , dan yang membesarkanpun tidak mendapatkan bibit kepiting akhirnya tutup . Sehingga para pembudidaya kepiting bingung bagaimana cara untuk berusaha lagi, untuk diubah ke budidaya ikan perlu diubah lagi konstruksinya serta peralatan budidaya kepiting seperti box budidaya tidak dapat digunakan lagi hal tersebut merupakan kerugian bagi pembudidaya kepiting.
Dampak lain larangan penggunaan alat tangkap pukat Tarik/ hela tersebut semakin sedikit pula ikan rucah yang tersedia, akibatnya mereka pembudidaya lele kesulitan untuk pakan lele , bagi nelayan kesulitan mendapat umpan untuk alat bubu rajungan dan untuk bagi peternak bebek kesulitan pakan bebek , dan akhirnya rucah harganya semakin mahal dan jumlahnya sangat terbatas sehingga jumlah pembudidaya lele dan bebek turun . sedang untuk umpang bubu rajungan mereka menggunakan ikan mujair atau lainnya sehingga menambah biaya yang di keluarkan nelayan.
Dengan keadaan turunnya pendapatan nelayan kecil mereka ingin suntikan modal untuk usaha budidaya udang vaname / lele dengan terpal atau perahu diatas 5 GT untuk bisa beroperasi di jalur 2 + sehingga hasil tangkapannya meningkat.

Demikian ungkapan ini merupakan bentuk dukungan dari diberlakukannya larangan penggunaan pukat Tarik / hela  serta harapan kami untuk bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Rumput laut Dapat mencegah Tekanan Darah Tinggi

Rumput laut Dapat mencegah Tekanan Darah Tinggi





Saya rasa kita semua sudah banyak mengenal yang namanya Rumput laut, karena Hasil olahan Rumput lautsekarang sudah banyak dimana-mana termasuk di super market.  Rumput laut yang yang sudah diolah ini pada umumnya memiliki rasa yang enak  apalagi kalau  dijadikan agar-agar ataupun manisan lainnya sehingga memiliki manfaat yang sangat dahsyat. Rasanya kenyal enak, bahkan Rumput laut ini kaya  akan serat alami dan bisa menurunkan tekanan darah.

Kita tidak boleh  menganggap remeh terhadap tumbuhan Rumput lautini. Meskipun penampilannya sederhana tetapi kalau sudah diolah rasanya sangat enak. Hingga saat ini Rumput laut juga banyak yang membudidayakan karena selain banyak yang menyukainya juga kandungan serat alaminya yang cukup tinggi.
Menurut hasil penelitian, seorang anak yang makan rumput laut setiap hari secara teratur memiliki resiko lebih rendah terkena tekanan darah tinggi saat dewasa. Selain itu serat alami rumput laut sangat baik untuk pencernaan.
Seorang ilmuan Jepang dari Gifu University dan Aichi Bunkyo Women’s Collage  menyatakan, bahwa rumput laut banyak memberikan sumber gizi. Seperti, mineral, dan alginat atau semacam serat pangan yang bermanfaat dahsyat buat memelihara kesehatan tubuh; dari hasil penelitiannya akan Rumput  laut yang selama ini digunakan sebagai campuran bahan makanan ternyata memiliki kalori yang sangat rendah, hal ini disebabkan Karenanya baik untuk penurunan berat badan juga dapat  mencegah penyerapan lemak pada tubuh.

Penemuan ini dilakukan dengan cara mengukur tekanan darah pada 459 anak-anak pra sekolah di Aichi, Jepang. Mereka kemudian diberi asupan rumput laut nori. Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang makan rumput laut secara signifikan mengalami penurunan tekanan darah sistolik pada anak perempuan sekitar 3,5mmHg dan penurunan diastolik pada anak laki-laki 5,5mmHg.
Penurunan tekanan darah sistolik pada wanita sangat berkaitan dengan kinerja jantung. Sedangkan untuk penurunan diastolik pada laki-laki sangat berperan penting untuk memompa aliran darah pada jantung.
Dari hasil riset tersebut didapati, makan rumput laut secara rutin sangat baik untuk memelihara keseimbangan tekanan darah untuk anak-anak dan memelihara kesehatannya hingga mereka dewasa.
Para peneliti juga mencatat bahwa penemuan ini masih memerlukan studi lanjutan. Namun, mereka yakin bahwa kandungan mineral, alginat dan kaloriyang rendah pada rumput laut sangat berperan  penting dan tertuma untuk  memelihara kesimbangan terhadap tekanan darah, memelihara kesehatan jantung dan mencegah terkena stroke.
  


Selain untuk Mencegah Tekanan Darah Tinggi, Rumput Laut juga memiliki Khasiat lainnya yaitu:

1.    Mengandung vitamin, colloidal, iodin, asam lemak esensial, enzim dan asam amino.
2.    Mampu meningkatkan imunitas dengan meningkatkan imunitas dengan merangsang produksi sel-sel imun.
3.    Membantu melawan virus dan bakteri.
4.    Melawan alergi dan menghambat penggumpalan darah sehingga memperkecil resiko stroke dan serangan jantung.
5.    Dapat menurunkan kadar kolesterol darah, menurunkan tekanan darah tinggi, menstabilkan kadar gula darah, meredakan gangguan pencernaan, meningkatkan fungsi lever, menjaga kelembaban dan kekencangan kulit serta menghambat pertumbuhan sel abnormal.
6.    Rumput laut juga merupakan multivitamin alami yang memiliki aktifitas anti tumor secara konsisten.
7.    Tidak mengandung lemak, tetapi kaya selenium yang bersifat antioksidan. Itu artinya rumput laut mampu mencegah penyerapan zat kimia beracun ke dalam tubuh.
8.    Rumput laut juga baik untuk menyehatkan rambut, memperkuat tulang dan gigi.

Jadi bagi anda tidak ada salahnya, bahkan dianjurkan untuk memakan hasil Rumput laut, demi menjaga kesehatan.

Demikian sebagai Informasi kesehatan semoga bermanfaat

Sabtu, 16 Mei 2015

MENGENAL JENIS-JENIS PLASTIK UNTUK PRODUK PERIKANAN

MENGENAL JENIS-JENIS PLASTIK UNTUK PRODUK PERIKANAN


Plastik merupakan salah satu bahan yang sering kita jumpai dimana-mana, baik itu di pasar, di swalayan, di rumah bahkan dikebun pun kita sering menemukan Plastik. Plastik digunakan untuk membungkus berbagai macam bahan, mulai dari bahan keras maupun lunak, bahan non pangan dan bahan pangan. Diera moedernisasi Plastik oleh masyarakat digunakan sebagai bahan kemasan. Karena bentuknya yang simple dan praktis serta mudah didapatkan adalah alas an masyarakat lebihn cendreung menggunakan Plastik dibanding dengan bahan penegmas atau pembungkus lainnya. Selain itu Plastik juga tahan air sehingga dapat melindungi bahan yang dikemas.
Seiring perkembangan zaman Plastik dikenal oleh semua kalangan masyarakat di dunia dan digunakan untuk beragam jenis keperluan.salah satunya adalah digunakan sebagai pembungkus makanan. Contoh produk yang dikemas menggunakan plastik fleksibel yaitu keripik, tahu, tempe dan termasuk produk perikanan. Sedangkan untuk mengemas produk yang memerlukan perlindungan seperti produk yang berbentuk cair atau pasta maka digunakan plastik yang kaku namun bisa dibentuk, misalnya kemasan dalam bentuk botol, kotak atau jerigen plastik.
Produk perikanan yang tergolong dalam kategori pangan juga banyak dikemas menggunakan Plastik. Apalagi saati ini industry perikanan sudah mengalami perkembangan yang signifikan. Penggunaaan Plastik undtuk produk perikanan sudah lazim kita jumpai. Namun tahukah anda Plastik yang biasa kita gunakan tersebut terbuat dari beberapa bahan kimia yang mungkin bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Dalam memilih Plastik sebagai bahan pengemas harus bijak dan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pememrintah. Dalam dunia perdagangan dikenal ada plastik khusus untuk mengemas bahan pangan (food grade) dan plastik untuk mengemas bahan bukan pangan (non-food grade). Oleh karena itu bila akan memilih plastik untuk mengemas bahan dan produk pangan maka harus dipilih yang food grade.
Oleh karenanya sebelum menggunakan Plastik sebagai bahan penegmas alangkah baiknya kita menegtahui jenis-jenis Plastik dan kegunaananya. Berikut beberapa jenis Plastik yaitu:


Berdasarkan ketahanan plastik terhadap perubahan suhu, maka plastik dibagi menjadi dua, yaitu:
Thermoplastik, bila plastik meleleh pada suhu tertentu, melekat mengikuti perubahan suhu, bersifat reversible (dapat kembali ke bentuk semula atau mengeras bila didinginkan).
Termoset atau termodursisabel, jenis plastik ini tidak tidak dapat mengikuti perubahan suhu (tidak reversible). Sehingga bila pengerasan telah terjadi maka bahan tidak dapat dilunakkan kembali. Pemanasan dengan suhu tinggi tidak akan melunakkan jenis plastik ini melainkan akan membentuk arang dan terurai. Karena sifat termoset yang demikian maka bahan ini banyak digunakan sebagai tutup ketel. 
A. Jenis dan Sifat Plastik

Politen atau polietilen (PE)
Polietilen merupakan film yang lunak, transparan dan fleksibel, mempunyai kekuatan benturan serta kekuatan sobek yang baik. Dengan pemanasan akan menjadi lunak dan mencair pada suhu 110°C. Berdasarkan sifat permeabilitasnya yang rendah serta sifat-sifat mekaniknya yang baik, polietilen mempunyai ketebalan 0.001 sampai 0.01 inchi, yang banyak digunakan sebagai pengemas makanan, karena sifatnya yang thermoplastik, polietilen mudah dibuat kantung dengan derajat kerapatan yang baik. Jenis plastik ini paling banyak digunakan dalam industri, karena memiliki sifat mudah dibentuk, tahan bahan kimia, jernih dan mudah dilaminasi. PE banyak digunakan untuk mengemas buah-buahan dan sayuran segar, roti, produk pangan beku dan tekstil.
Polietilen memiliki sifat:
Penampakan bervariasi, dari transparan hingga keruh.
Mudah dibentuk, lemas dan mudah ditarik.
Daya rentang tinggi tanpa sobek.
Meleleh pada suhu 120°C, sehingga banyak digunakan untuk laminasi dengan bahan lain.
Tidak cocok untuk digunakan mengemas bahan berlemak atau mengandung minyak.
Tidak cocok untuk mengemas produk beraroma karena transmisi gas cukup tinggi.
Tahan terhadap asam, basa, alkohol dan deterjen.
Dapat digunakan untuk menyimpan bahan pada suhu pembekuan hingga -50°C.
Kedap air dan uap air.
Berdasarkan sifat kedap air dan uap air, ada jenis yaitu: HDPE (high-density polyethylene), MDPE (medium-density polyethylene), LDPE (low-density polyethylene) dan LLDPE (linier low-density polyethylene). HDPE memiliki titik lunak, maupun sifat-sifat lainnya yang lebih tinggi dibandingkan LDPE. LLDPE umumnya lebih kuat dibandingkan dengan LDPE, tetapi sifat lainnya sama dengan LDPE.

2. Poliester atau Polietilen treptalat (PET)
PET banyak digunakan dalam laminasi (pelapisan), terutama untuk bagian luar suatu kemasan sehingga kemasan memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap kikisan dan sobekan.

PET banyak digunakan sebagai kantong makanan yang memerlukan perlindungan, seperti buah kering, makanan beku dan permen. PET memiliki sifat :
Transparan (tembus pandang), bersih dan jernih.
Memiliki sifat beradaptasi terhadap suhu tinggi (300°C) yang sangat baik.
Permeabilitas uap air dan gas sangat rendah.
Tahan terhadap pelarut organic, seperti asam-asam dari buah-buahan, sehingga dapat digunakan untuk mengemas produk sari buah.
Tidak tahan terhadap asam kuat, fenol dan benzyl alkohol.
Kuat, tidak mudah sobek. Botol plastik yang menggunakan PET mampu menahan tekanan yang berasal dari minuman berkarbonat.
3. Polipropilen (PP)
Polipropilen sangat mirip dengan polietilen dan sifat-sifat penggunaannya juga serupa. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Monomer polypropilen diperoleh dengan pemecahan secara thermal naphtha (distalasi minyak kasar) etilen, propylene dan homologues yang lebih tinggi dipisahkan dengan distilasi pada temperatur rendah. Dengan menggunakan katalis Natta- Ziegler polypropilen dapat diperoleh dari propilen.

Polipropilen memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
Ringan, mudah dibentuk, transpasan dan jernih dalam bentuk film. Tetapi dalam bentuk kemasan kaku maka PP tidak transparan.
Kekuatan terhadap tarikan lebih besar dibandingkan PE.
Pada suhu rendah akan rapuh.
Dalam bentuk murni pada suhu -30°C mudah pecah sehingga perlu ditambahkan PE atau bahan lain untuk memperbaiki ketahanan terhadap benturan.
Tidak dapat digunakan untuk kemasan beku.
Lebih kaku dari PE dan tidak mudah sobek sehingga dalam penanganan dan distribusi.
Permeabilitas uap air rendah, permeabilitas gas sedang.
Tidak baik untuk mengemas produk yang peka terhadap oksigen.
Tahan terhadap suhu tinggi sampai 150°C, sehingga dapat digunakan untuk mengemas produk pangan yang memerlukan proses sterilisasi.
Tahan terhadap asam kuat, basa dan minyak.
Pada suhu tinggi PP akan bereaksi dengan benzene, silken, toluene, terpentin asam nitrat kuat.
4. Polistiren (PS)
Polistiren banyak digunakan untuk mengemas buah-buahan dan sayuran karena memiliki permiabilitas yang tinggi terhadap air dan gas. PS memiliki sifat umum sebagai berikut:
Lentur dan tidak mudah sobek.
Titik lebur 88°C, akan melunak pada suhu 90 - 95°C.
Tahan terhadap asam dan basa, kecuali asam pengoksidasi.
Akan terurai dengan ester, keton, hidrokarbon aromatik, klorin dan alkohol dengan konsentrasi yang tinggi.
Memiliki permeabilitas yang sangat tinggi terhadap gas dan uap air, sehingga sangat sesuai untuk mengemas bahan-bahan segar.
Memiliki afinitas yang tinggi terhadap debu.
Baik untuk bahan dasar laminasi dengan logam (aluminium).
5. Polivinil Khlorida (PVC)
PVC banyak digunakan untuk mengemas mentega, margarine, dan minyak goreng karena tahan terhadap minyak dan memiliki permeabilitas yang rendah terhadap air dan gas. PVC juga digunakan untuk mengemas perangkat keras (hardware), kosmetik, dan obat-obatan.
Sifat lain dari PVC, yaitu: tembus pandang, meskipun ada juga yang memiliki permukaaan keruh, tidak mudah sobek dan memiliki kekuatan tarik yang tinggi.

6. Poliviniliden Khlorida (PVDC)
PVDC ini sifat permeabilitasnya terhadap air dan gas rendah. Sering digunakan untuk mengemas (wrapping) produk ternak, ham atau produk yang sejenis termasuk keju. Dapat diseal (direkatkan) dengan panas akan tetapi tidak stabil bila dipanaskan pada suhu >60°C.

7. Selopan
Selopan berasal dari cello = cellulose dan diaphane = transparan). Sellopan memiliki sifat:
Transparan dan sangat terang.
Tidak bisa direkatkan dengan panas.
Tidak larut dalam air atau minyak.
Tidak dapat dilewati oksigen dan aroma.
Mudah dilaminasi sebagai pelapis yang baik.
Mudah sobek dan pada suhu dingin akan mengkerut.
8. Selulose Asetat (CA)
Selulose asetat memiliki sifat:
Sensitif terhadap air.
Akan terdekomposisi olah asam kuat, basa kuat alkohol dan ester.
Tidak mudah mengkerut bila dekat api.
Sangat jernih, mengkilap, agak kaku dan mudah sobek.
Terhadap benturan maka selulosa asetat lebih tahan dibandingkan HDPE namun lebih lebih lemah bila dibandingkan dengan selulosa propionate.
Tidak cocok untuk mengemas produk beku karena CA mudah rapuh pada suhu rendah.
Tahan terhadap minyak atau oli.
9. Selulosa Propionat
Selulosa propionate memliki ketahanan terhadap benturan dua kali lebih lebih besar daripada selulosa asetat, transparan, mudah dibentuk dan akan terurai oleh asam kuat, basa alkohol, keton dan ester.

10. Etil Selulosa
Etil selulosa memiliki sifat:
Stabil pada suhu tinggi.
Tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa.
Tidak dapat menahan uap air dan gas.
Tidak tahan terhadap pelarut organik.
Tahan terhadap minyak dan oli, sehingga dapat digunakan untuk mengemas mentega, margarine dan minyak.
Tidak banyak terpengaruh oleh matahari.
11. Metil Selulosa
Metil selulosa banyak digunakan untuk kapsul karena memiliki sifat tahan terhadap minyak nabati dan hewani, dalam keadaan lembab tidak mudah rapuh. Akan tetapi bahan ini bila kontak langsung dengan air akan larut, semakin tinggi suhu maka akan makin banyak yang larut.

12. Nilon atau Polianida (PA)
Nilon atau polianinda memiliki sifat sebagai berikut:
Tidak berasa, tidak berbau, dan tidak beracun.
Larut dalam asam formal dan fenol.
Cukup kedap terhadap gas tetapi tidak kedap uap air.
Tahan terhadap suhu tinggi, sehingga sesuai untuk mengemas produk yang dimasak dalam kemasan seperti nasi instant dan bahan pangan yang mengalami proses sterilisasi.
Dapat digunakan untuk pengemasan vakum/hampa.
13. Polikarbonat (PC)
Banyak digunakan untuk mengemas jus atau sari buah, bir dan minuman yang sejenis. PC memiliki sifat:
Transparan dan tidak berbau.
Sangat kuat dan tahan panas. Cocok untuk produk yang memerlukan proses sterilisasi.
Tahan terhadap asam lemah, zat pereduksi atau pengoksidasi, garam, minyak, lemak dan hidrokarbon alifatik.
Akan terurai oleh alkali, amin, keton, ester hidrokarbon aromatic, dan beberapa alkohol.
14. Pliofilm (Karet Hidrokhlorida)
Sifat dari pliofilm, yaitu:
Tahan terhadap asam, alkali, lemak dan oli. Cocok untuk mengemas daging dan hasil olahannya.
Transmisi gas CO2 cukup tinggi untuk sayuran segar.
Tidak dapat menahan gas. Tidak dapat digunakan untuk mengemas produk yang dipanaskan dalam kemasan.
15. Poliuretan
Poliuretan memiliki sifat tidak berbau, tahan oksidasi, tahan terhadap minyak, lemak dan kapang. Poliuretan termasuk jenis bahan kemasan yang fleksibel.

16. Politetra Fluoroetilen (PTFE)
Jenis bahan kemasan ini memiliki sifat permukaan licin, bila dipegang seperti ada lapisan lilin dan memiliki kelebihan untuk saling melekat satu sama lain, tahan terhadap suhu dari -100 hingga 200°C. Disamping itu jenis kemasan ini inert (tidak tahan) terhadap bahan kimia dan tahan terhadap hampir semua jenis bahan kimia.
- Low Density Polyethylen (LDPE)
Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60°C sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen, sedangkan jenis plastik HDPE mempunyai sifat lebih kaku, lebih keras, kurang tembus cahaya dan kurang terasa berlemak.
- High Density Polyethylen (HDPE)
Pada polietilen jenis low density terdapat sedikit cabang pada rantai antara molekulnya yang menyebabkan plastik ini memiliki densitas yang rendah, sedangkan high density mempunyai jumlah rantai cabang yang lebih sedikit dibanding jenis low density. Dengan demikian, high density memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Ikatan hidrogen antar molekul juga berperan dalam menentukan titik leleh plastik.

B. Pemilihan Kemasan Plastik Untuk Bahan Pangan
Sekarang telah terjadi perubahan permintaan konsumen dan pasar akan produk pangan, dimana konsumen menuntut produk pangan yang: bermutu tinggi, dapat disiapkan di rumah, segar, mutu seragam. Hal ini menyebabkan kemasan plastik merupakan pilihan yanng paling tepat, karena dapat memenuhi semua tuntutan konsumen seperti di atas. Jenis-jenis plastik yang ada di pasaran sangat beragam, sehingga perlu pengetahuan yang baik untuk dapat menentukan jenis kemasan plastik yang tepat untuk  pengemasan produk pangan. Kesalahan dalam memilih jenis kemasan yang tepat, dapat menyebabkan rusaknya bahan pangan yang dikemas.
Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum memilih jenis kemasan adalah: kemasan tersebut harus dapat melindungi produk dari kerusakan fisik dan mekanis, mempunyai daya lindung yang baik terhadap gas dan uap air, harus dapat melindungi dari sinar ultra violet, tahan terhadap bahan kimia. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan ini maka kita dapat menentukan jenis kemasan yang sesuai dengan produk yang akan dikemas.

1. Produk Susu
Kemasan plastik yang sesuai untuk produk-produk susu adalah LDPE dan HDPE. Kemasan yang baik untuk keju harus yang bersifat kedap terhadap uap air dan gas yang baik, misalnya nilon/ Polietilen, Selulosa, polietilen dan PET/PE.
2. Daging dan Ikan
Daging segar dikemas dengan PVC yang permeabilitasnya terhadap uap air dan gas tinggi.
Daging beku dikemas dengan LDPE dan LDPE nilon.
Unggas dikemas dengan kantung laminasi dari etilen vinil asetat/polietilen (EVA/PE).
Daging masak dan bacon dengan E/PVDC/PA/PT/PETT atau kemasan vakum.
Ikan dan ikan beku dikemas dengan HDPE atau LDPE.
3. Produk Roti
Roti yang mengandung humektan dikemas dengan kemasan kedap air.
Roti yang bertekstur renyah dengan kemasan kedap udara.
Cake (bolu) agar tidak kering dan bau apek dikemas dengan selulosa berlapis atau OPP
4. Makanan Kering dan Serealia
ntuk makanan kering dan serealia dikemas dengan kemasan kedap uap air dan gas seperti LDPE berlapis kertas atau LDPE/aluminium foil.
5. Makanan Yang Diolah
Untuk makanan yang stabil seperti selai dan acar kemasan yang digunakan adalah plastik fleksibel dan jika akan diolah lagi digunakan gelas atau kaleng.
Konstruksi lapisan yang dibutuhkan untuk retort pouch adalah bahan-bahan seperti poliester atau poliamida/ aluminium foil/HDPE atau PEPP kopolimer.
Kemasan sekunder yang digunakan untuk distribusi adalah karton.
6. Buah dan Sayur Segar
Kemasan yang dipilih adalah kemasan yang mempunyai permeabilitas yang tinggi terhadap  CO2 agar dapat mengeluarkan CO2 dari produk sebagai hasil dari proses pernafasan. Jenis kemasan yang sesuai adalah polistiren busa seperi LDPE, EVA, ionomer atau plastik PVC.
7. Kopi
Dikemas dengan kemasan hampa seperti foil atau poliester yang sudah dimetalisasi dan PE.
Untuk kemasan kopi instan digunakan PVC yang dilapisi dengan PVDC, tapi harganya masih terlalu mahal.
8. Lemak dan Minyak
Digunakan kemasan PVC yang bersih dan mengkilap. Pengemasan mentega dan margarin dilakukan dengan polistiren.
9. Selai dan Manisan
Dahulu digunakan polistiren dengan pencetakan injeksi.
Saat ini digunakan PVC berbentuk lembaran.
10. Minuman
Untuk minuman berkarbonasi maka dipilih kemasan yang kuat, tahan umbukan dan benturan, tidak tembus cahaya dan permeabilitasnya terhadap gas rendah, sehingga jenis kemasan yang sesuai adalah poliakrilonitril.
Untuk minuman yang tidak berkarbonasi maka dipilih kemasan berbentuk botol yang mengalami proses ekstrusi yaitu Lamicon yang berasal dari PE dan lamipet (bahan yang mengandung 95% polivinil asetat saponifiliasi).
11. Bahan Pangan lain
Garam dikemas dengan HDPE karena sifat perlindungannya terhadap kelembaban yang tinggi. Bumbu masak dikemas dengan LDPE yang fleksibel. Makanan beku dengan LDPE dan EVA.
Demikian sekilas yang dapat duraikan beberapa jenis dan sifat Plastik serta kegunaanya. Semoga kita sebagai masyarakat dapat bijak dalam memilih bahan pengemas dari Plastik. Sedapat mungkin kita dapat mengurangi penggunaan Plastik dalam kehidupan sehari-harai karena penggunaan Plastik menimbulkan masalah baru yaitu berupa sampah. Plastik adalah salah satu bahan yang susah untuk diurai dan membutuhkan waktu samapai ratuasan tahun untuk dapat mengurai Plastik secara alami.

Sumber referensi
http://www.smallcrab.com/others/706-plastik-sebagai-bahan-pengemas-makanan
http://uniqpost.com/33990/mengenal-simbol-kode-jenis-plastik-dan-bahayanya


Diposkan oleh Syamsul Hadi

Selasa, 12 Mei 2015

Analisa Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Mas

Analisa Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Mas



Ikan mas mempunyai cita rasa yang tinggi sehingga disukai banyak konsumen. Ikan ini sangat layak dibudidayakan karena tingkat pertumbuhan cepat yang merupakan salah satu keunggulan dari ikan ini. Kali ini, Surya Mina akan mencoba memberikan analisa mengenai budidaya ikan mas.


Cara budidaya ikan Emas tidaklah sulit & keuntunganyapun menjanjikan sangat besar kebanyakan orang mengalami kegagal di karenakan:
Tidak di perhatikan setingan kolam
Pemula/pemain baru yang terburu buru akan hasil yang besar tanpa mempertimbangkan resiko
Kurang matangnya informasi bagai mana cara budidaya ikan mas
Kuncinya adalah SETINGAN KOLAM buat senyaman mungkin air kolam untuk beradaptasi dengan cara persiapan lahan, pemupukan lahan, serta penebaran benih.


Cara Perawatan Lahan Budidaya Ikan Mas
Keringkan kolam sebelum kolam di isi air
Taburkan garam grasak untuk membasmi jamur saat penjemuran kolam
Gemburkan tanah sebelum di isi air bila kolam tanah
Kolam sebaiknya di beri sirkulasi air atau air mengalir
Untuk budidaya pembesaran ikan Emas sebaiknya kolam tanah & air mengalir
Cara Pemupukan Lahan Budidaya Ikan Mas
Jemurlah pupuk kandang yang sudah di fermentasi mengunakan cairan gula dan ragi tape
Setelah pupuk di jemur 2 hari masukan ke dalam karung
Setelah pupuk di masukan karung lubangi karung mengunakan paku
Setelah di lubangi barulah masukan kolam di beri pemberat batu
Isi air sampai ketinggian 50cm dan berikan pupuk UREA satu sendok makan kedalam kolam
Diamkan air selama 4 hari sebelum di tebar benih
Cara Penebaran Benih Ikan Mas
Masukan benih yang sudah di adaptasikan ke dalam kolam
Masukan pelan pelan
Untuk menampung benih ikan untuk di jual kembali sebaiknya lakukan sepertu di atas kuncinya pada diri kita niat ketelitian semangat untuk maju semoga bermanfaat amin
Data Usaha Budidaya Ikan Mas
Kolam ukuran 7 x 10 meter dengan kedalaman air 120 cm dengan air mengalir
Ukuran bibit 35 sebesar kuku kelingking sebanyak 3.500 ekor
Pakan apung merek pf.1000 isi 10kg/sak. harga persak 130 ribu membutuhkan 2 sak
Pakan tambahan bisa di berikan limbah rumah tangga dan sayuran busuk dari pasar dll
Modal:
No          Data Usaha Pembesaran Ikan Mas
1              Bibit ikan 35                                 Rp.     110             110 x 3.500               Rp.  385.000
2              Pakan apung pf.1000 – 2 sak       Rp.130.000           2 sak x 130.000         Rp.  260.000
3              Pakan tambahan                              -                                  -                                   -
4              Obat                                              Rp. 25.000                                              Rp.    25.000       
x              Jumlah modal                                                                                               Rp.  670.000

Total modal keseluruhan Rp. 670.000,- meliputi:
Benih Ikan Mas = Rp.385.000
Pakan pf.1000 = Rp.260.000
Obat = Rp.25.000
Keuntungan
Harga konsumsi ikan Emas Rp. 25.000
Prakiraan hasil penghitungan umum selama 8 bulan,panen 1kg isi 2 ekor. jadi 3.500 ekor ikan Emas di bagi 2 ekor = 1.750 kg dikalikan harga konsumsi Rp.25.000/kg =Rp.43.750.000
Pendapatan jual = Rp.43.750.000 di kurangi modal Rp.670.000
Keuntungan = Rp.43.080.000
Ikan Emas ini sangat mudah cara perawatanya dan pemberian pakanyapun tidak mengeluarkan modal banyak,dan harga jualnya stabil.keunggulan ikan Emas adalah laju pertumbuhan relatif cepat, inilah peluang usaha investasi yang nyata dan terbukti hasilnya bisa meraup keuntungan yang sangat besar. Sudah banyak petani ikan menggantungkan hidupnya dari usaha pembesaran ikan Emas.sistem pemasaranya juga sangat mudah, seperti warung tenda lesehan/sari laut dan tempat pemancingan.
Catatan yang terpenting konsep kolam harus ada sirkulasi atau air mengalir usahakan kedalaman kolam minimum 1 meter. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua amin

Sumber : http://www.bibitikan.net

Minggu, 10 Mei 2015

LEBIH DEKAT DENGAN IKAN BOTIA 

LEBIH DEKAT DENGAN IKAN BOTIA 
(CHROMOBOTIA MACRACHANTUS)


www.pusluh.kkp.go.id



Botia merupakan ikan dari famili Cobtidae. Jenis ikan botia tersebar di perairan utamanya daerah tropis. Diantara jenis ikan botia yang laku sebagai ikan hias adalah ikan Botia Badut, Botia Macan, Botia Morleti, Botia India dan Botia Myanmar. Sejak tahun 2004 ikan botia telah ditangkarkan di Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar (LRBIHAT) di Depok. Sedangkan daerah yang sedang melakukan uji coba pengembangan budidaya ikan ini antara lain adalah Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias di Jambi, Pontianak dan Banyuasin. Bahkan untuk saat ini hasil pendederan di Kalimantan memiliki hasil yang lebih besar, hal ini dimungkinkan masih baiknya kondisi lingkungan sehingga mempengaruhi pembudidayaan ikan botia.

Pembudidayaan ikan botia yang dimaksud adalah proses dari pencarian induk, kawin suntik, penetasan telur, hingga pendederan. Pembudidayaan ikan botia biasanya dilakukan dengan cara kawin suntik. Tingkat keberhasilan pendederan ikan botia yang padat dalam satu akuarium /kolam sangat dipengaruhi oleh aerator. Ikan botia hingga saat ini cukup rentan pakan pellet. Resiko kematian akibat pemberian pellet mencapai 40 – 80%. Untuk itu, pakan utamanya adalah pakan alami berupa cacing dan udang, hal ini karena botia bersifat karnivora.

Ikan Botia yang berasal dari Indonesia adalah Botia Badut dan Botia Macan. Namun ikan Botia yang paling terkenal di kalangan hobiis, sangat laku di pasar ekspor dan nilainya terus meningkat dari tahun ke tahun adalah Botia Badut dengan nama spesies Chromobotia macrachantus. Nama daerah ikan botia adalah bajubung sedangkan nama dagangnya Clown Loach. Ikan ini berasal dari sungai-sungai di Sumatera bagian Selatan dan Kalimantan.

Bentuk ikan botia agak bulat memanjang dan agak pipih kesamping, badan tidak bersisik dengan mulut agak ke bawah (seperti torpedo) dengan empat pasang sungut diatasnya. Ikan botia berwarna kuning cerah dengan 3 garis lebar berwarna hitam (Satyani et al., 2007). Habitat hidupnya di perairan jernih dengan bebatuan dasar, sehingga ikan ini termasuk ikan dasar. Selain itu ikan ini juga merupakan nokturnal yaitu aktif mencari makan pada malam hari.



Klasifikasi lengkapnya adalah sebagai berikut; Kingdom: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Osteichtyes, Sub Kelas: Actinopterygii, Ordo: Teleostei, Sub Ordo: Cyprinoidea, Famili: Cobitidae, Genus: Chromobotia dan Spesies: Chromobotia macracanthus. Ikan botia hidup dalam kelompok mulai dari hulu hingga muara. Daerah penangkapannya di perairan yang trnang yakni rawa-rawa dan sungai bagian hilir. Penangkapan dilakukan dengan menggunakan bubu. Benih ikan botia umumnya ditangkap di “nursery ground” yaitu di tempat air pasang hingga ke hilir sungai dengan ukuran rata-rata 0,5 inchi. Ikan botia paling banyak ditemukan pada saat musim hujan yaitu sekitar bulan Oktober hingga Januari.

Banyaknya penangkapan di alam dan kekhawatiran terjadinya kepunahan ikan botia, maka sejak tahun 1987 Menteri Perdagangan telah melarang memperjualbelikan ikan botia berukuran > 15 cm karena diperuntukkan sebagi indukan. Dikhawatirkan jika penangkapan terjadi dalam waktu lama tanpa ada tindakan pengelolaan maka ikan botia di alam akan menjadi punah, untuk itu pembudidayaan menjadi sangat perlu untum ditakutkan.

Ikan botia asli Indonesia berwarna kuning dengan garis sebanyak tiga buah dengan warna hitam serta memiliki sirip dan ekor berwarna oranye. Ikan botia yang banyak disukai berasal dari Kalimantan karena memiliki warna yang cerah dibandingkan botia dari Sumatera. Perairan Sumatera yang agak tercemar menjadi salah satu indikasi buramnya warna ikan botia. Untuk meningkatkan kualitas warna dapat dilakukan dengan upaya pemberian suplemen makanan. Warna ikan botia lama kelamaan akan memudar seiring bertambahnya usia. Warna ikan ini akan memudar saat ukurannya kurang lebih 11,5 inchi. Oleh sebab itu, penjualan ikan botia biasanya dilakukan saat berukuran 1 – 2 inchi yang ketika warnanya mulai terlihat cerah.

Ikan botia yang banyak diperdagangkan adalah berukuran 0,5 – 2 inchi, sedangkan untuk ekspor biasanya berukuran 2 – 4 inchi. Untuk ikan botia berukuran > 15 cm tidak boleh diekspor karena diperlukan untuk menjadi indukan. Adapun syarat mutu ikan botia untuk diperdagangkan adalah memiliki nilai organoleptik minimal 7, dengan penilaian organoleptik sesuai SNI 2346:2011. Sedangkan media air sesuai standar mutu yang dibutuhkan oleh ikan botia memiliki suhu 24 – 30 ‘C, pH 6,5 – 7, oksigen terlarut > 3 ppm, Amonia maksimal 1 ppm, Nitrit maksimal 0,2 ppm dan Nitrat maksimal 50 ppm (Rancangan Standar Nasional Indonesia, BSN).

Usaha ikan botia saat ini lebih banyak pada level pengumpul , pedagang eceran hingga eksportir. Hal ini karena pemenuhan permintaan ikan Botia didominasi dari alam, sehingga kontinyuitas ketersediaannya tidak dapat diprediksi dengan tepat. Harga jual ikan botia masih sangat dipengaruhi oleh musim. Saat musim botia di alam melimpah, biasanya terjadi pada musim hujan yaitu sekitar bulan Oktober hingga Januari, harga ikan botia hanya Rp. 2.000 – Rp. 6.000 per ekor, sedangkan pada saat ikan jarang ditemukan, harga ikan botia dapat mencapai Rp. 15.000 per ekor.

Hingga saat ini belum ada asosiasi yang khusus menangani ikan botia. Sedangkan peran pemerintah untuk ikan botia yang sedang diusahakan saat ini adalah Pembudidayaan Ikan Botia di instansi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dikarenakan ketersediaan ikan botia di alam sangat terbatas sehingga tidak dapat mencukupi permintaan pasar. Berdasarkan undang-undang prrdagangan satwa dan tumbuhan yang dilindungi, ikan botia termasuk dalam komoditas CITES 2 atau sumberdaya yang jika tidak dilindungi kelestariannya akan mengakibatkan kepunahan dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena itu, untuk menjaga kelestarian ikan hias di Indonesia terutama ikan Botia, mari kita jaga keberadaannya dengan cara pembudidayaan yang bertanggung jawab. (NDK108)

Sumber: Rancangan Standar Nasional Indonesia 3. Ikan Hias Botia (Botia spp). Syarat Mutu dan Penanganan. ICS 67.120.30 BSN.

Satyani D., Sudrajat A., dan Sugama K. 2007. Teknologi Pembenihan Ikan Hias Botia (Chromobotia macrachantus Bleeker). Jakarta. Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar.





Kontributor:

Ni Putu Dian Kusuma


Penyuluh Perikanan Pada BBAT Tatelu

Kamis, 07 Mei 2015

Menanggulangi Gulma di Waduk Dengan Ikan Graskap 

Menanggulangi Gulma di Waduk Dengan Ikan Graskap 


Grass carp / graskap merupakan ikan pemakan rerumputan yang ditemukan di sungai Amur di Siberia dan Cina yang mengalir menuju Lautan Pasifik. Karenanya, seringkali grass carp disebut juga sebagai amur putih (white amur). Sekarang ini, grass carp dibudidayakan secara intensif di Cina, Malaysia, Indonesia, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Filipina. Grass carp masuk ke daratan Eropa digunakan sebagai pengontrol hama tanaman dan meningkatkan produksi perikanan melalui polikultur.


Pemanfaatan grass carp sebagai pengontrol hama tanaman (seperti enceng gondok) didasarkan pada kemampuannya untuk mengkonsumsi tanaman (mikro atau makrofita). Grass carp memiliki kemampuan reproduksi yang sangat tinggi. Ikan ini, ketika hidup di Sungai Amur, betina yang secara reproduksi matang (7-15 tahun) dapat menghasilkan telur sebanyak 820.0000 telur. Sedangkan Grass carp yang hidup di perairan Eropa memiliki kemampuan untuk menghasilkan telur berkisar antara 500.000-700.000 / ikan yang berukuran 6-8 kg.
Jumlah vegetasi yang mampu dikonsumsi oleh grass carp bergantung atas ukuran dan jumlah ikan, suhu air, kepadatan hama, dan komposisi spesies, serta lamanya waktu ikan berada di perairan. Ikan berukuran 25-40 cm akan mengkonsumsi lebih banyak makanan (35-50% bb/hari) dibandingkan dengan ikan yang lebih besar (>40 cm) yang hanya mengkonsumsi 20-30% bb/hari. Suhu air terbaik untuk konsumsi pakan grass carp adalah 20-28 C. Konsumsi tanaman mulai stabil pada suhu 10-16 C, dan terjadi secara intensif ketika suhu mencapai 20 C atau lebih tinggi lagi. Pada suhu 20 C, grass carp dapat mengkonsumsi hingga 50% bb, ketika suhu mencapai 22 C konsumsi meningkat hingga 120% bb. Batas maksimal untuk konsumsi bagi grass carp adalah 25 C. Penurunan suhu secara tiba – tiba bisa mengganggu pola makan. Penurunan tiba-tiba suhu air sebesar 4-5 C dari 20 C dapat menyebabkan ikan berhenti makan. Sebaliknya, penurunan secara perlahan menyebabkan peningkatan pilihan pakan dari grass carp.
Petiola enceng gondok
Sama seperti kita, grass carp juga memiliki kesukaan terhadap jenis makanan tertentu. Grass carp berukuran 25-33 mm (TL) memakan alga berfilamen. Sedangkan ada ukuran 35-40 cm (umur sekitar 1-1,5 bulan), ikan ini memakan daun lunak dari makrofita yang tenggelam. Pilihan makanan pada grass carp dewasa menurun bersamaan dengan bertambahnya usia dan ukuran. Grass carp muda memiliki gigi faring yang lemah dan kecil, sehingga pilihan makanannya adalah tanaman yang lunak dan muda.


Ikan usia ini cenderung menghindari tanaman yang memiliki daun yang kasar atau liat seperti (Stratiotes aloides L dan berbagai jenis monokotiledon), daun berukuran besar yang mengapung (Nymphaea dan Nuphar spp), tanaman dengan rasa yang kuat (Polygonum hydropiper L) atau beracun (Ranunculus spp). Hampir sama, ikan dengan berat kurang dari 1 kg memilih akar, sedangkan ikan yang lebih besar juga memakan daun dan petiola enceng gondok . Ikan yang lebih besar dari 1 kg juga memakan tanaman jenis ini HANYA jika tidak ada makanan lainnya. Jenis makanan yang paling disukai oleh grass carp adalah elodea, water celery, dan pondweed (daun tipis). Sedangkan tanaman yang tidak begitu disukai diantaranya adalah cattail, bulrush, sedge, alga berfilamen, teratai, dan enceng gondok.
Elodea, makanan favorit grass carp
Sebagai biokontrol hama tanaman, kepadatan tebar yang sesuai bagi sebuah perairan bergantung pada berbagai faktor seperti cuaca, ukuran ikan yang ditebar, kecepatan pertumbuhan hama yang diharapkan, faktor biotik dan abiotik lingkungan. Overstocking adalah kondisi dimana seluruh tanaman air (baik target hama maupun tidak) sementara understocking bisa berarti bahwa hanya terjadi penurunan hama tertentu. Kepadatan tebar yang rendah dapat menjaga pertumbuhan hama, tetapi tanaman yan tidak disukai oleh grass carp akan tumbuh cepat dan tidak terkendali. Syarat padat tebar dari ikan herbivora dapat diperkirakan dari total biomassa vegetasi di sebuah perairan.
Kecepatan stocking 3 grass carp (25-30 cm)/ metrik ton tanaman (berat basah) secara signifikan menurunkan biomassa makrofita (Chara sp atau Najas gudalupensis) pada 2 waduk di FLorida. Kondisi ini tidak mencapai overstocking dalam waktu 4-5 tahun semenjak stocking dilakukan. Kecepatan stocking 4-8,4 grass carp (per metrik ton berat basah tanaman) mengurangi biomassa tanaman hingga 0 dalam waktuu 8-17 bulan. Kepadatan tebar grass carp untuk daerah tropis berkisar antara 90 – 120 kg/ha (dengan berat setiap ikan 20-40 gr). Beberapa peneliti merekomendasikan kepadatan tebar 25-30 individu/ha untuk hama tanaman air seperti Hydrilla sp, sambil mengelola populasi kecil dari tanaman air yang kelimpahannya predominan dan tidak disukai oleh grass carp. Biokontrol menjadi efektif jika grass carp ditebar terlebih dahulu di awal peningkatan pertumbuhan tanaman.
Fluktuasi kedalaman perairam juga harus diprediksi dan dipertimbangkan. Karena penurunan kedalaman secara drastis akan menyebabkan overstocking dan kondisi ini menyebabkan ikan sulit untuk dipindahkan dari perairan. Padat tebar haruslah dikalkulasi dari kedalaman terendah.
Tapeworm alias cacing pita, dan grass salah satu vektornya
Apakah grass carp termasuk spesies invasif? Setidaknya, saya menemukan 2 negara bagian (Minnesota dan Texas) yang memasukkan grass carp dalam daftar spesies invasif. Texas dan Oregon hanya mengijinkan penggunaan grass carp triploid (steril) untuk biokontrol. Grass carp normal (diploid) memiliki 48 kromosom, sedangkan triploid memiliki 72. Kromosom ekstra yang ditambahkan menyebabkan grass carp menjadi steril. Dibandingkan dengan Texas, Oregon memiliki peraturan yang lebih ketat. Setiap grass carp harus ditandai dengan Passive Induced Transmitter Tag (PIT). Apa yang membuat mereka khawatir tentang grass carp dan memasukkannya sebagai spesies invasif? Grass carp mampu hidup dengan kondisi oksigen yang rendah (2-3 mg/L), kemampuan reproduksi yang tinggi, dan mampu memakan tanaman hingga 300% berat tubuhnya.
Grass carp dapat memakan semua makrofita dan vegetasi yang menjalar sehingga mengurangi ketersediaan pakan bagi invertebrata dan ikan lainnya. Hal ini menyebabkan perubahan yang signifikan terhadap komposisi makrofita, fitoplankton, dan invertebrata melalui perubahan rantai makanan dan struktur trofik di perairan. Hilangnya makrofita juga menyebabkan hilangnya media untuk ikan fitofil untuk memijah. Introduksi grass carp sebagai biokontrol juga meningkatkan potensi tertularnya ikan lokal dengan beberapa penyakit dan parasit. Grass carp dari Cina dipercaya menjadi sumber utama dan vektor untuk cacing pita Asia.


(sumber: banyuarthamulia.org)

Selasa, 05 Mei 2015

mencetak varitas ikan kaca ,ikan mas

MENCETAK VARIETAS KACA, IKAN MAS MASA DEPAN

Di antara banyak jenis ikan air tawar, ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan  jenis yang paling populer dan tersebar merata di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila ikan yang dipanggil juga dengan nama ikan karper dan tombro ini paling banyak dikonsumsi masyarakat. Maklum saja, rasa daging ikan mas ini memang bercita rasa khas dan pol gurihnya.
 Di masa mendatang, sesuai dengan kemajuan zaman, ma­syarakat (perkotaan) cenderung ingin serba cepat dan praktis dalam segala bidang. Termasuk dalam hal mengkonsumsi ikan. Mereka cenderung akan memilih ikan lele, patin atau jenis ikan yang tidak bersisik karena lebih cepat dimasak, tak perlu (menambah pekerjaan dan waktu) membersihkan dan membuang sisik ikan.
 Bila kita amati, kecenderungan tersebut sudah terlihat pada sebagian masyarakat per­kotaan dewasa ini. Penggemar "fanatik" ikan mas, mulai banyak yang mencari jenis (varietas) ikan mas yang sisiknya sedikit. Untuk mendapatkan jenis ikan ini, mereka berani membayar lebih di atas harga pasar. Peluang ini, perlu dimanfaatkan dan sebaiknya dilirik sejak dini oleh para pembudidaya ikan.

Mulus dan licin
Ikan mas yang tersebar di In­donesia, bila ditelusuri asal - usulnya bermula dari Cina dan Benua Eropa, serta persilangan yang menghasilkan banyak varietas. Beberapa varietas ikan mas yang cukup populer adalah varietas si nyonya, majalaya, mas, punten, kumpay dan kaca.
 Dua varietas terakhir terse­but, yakni kumpay dan kaca, umumnya dimanfaatkan sebagai ikan hias karena memiliki keunikan tersendiri. Ikan mas kumpay, sirip - siripnya berukuran panjang sehingga tampak krembyah - krembyah bila berenang. Sedangkan ikan mas kaca, dikatakan unik karena tubuhnya tegolong mulus. Hanyar di beberapa bagian tubuh saja yang ditumbuhi sisik. Varietas kaca ini, saat masih kecil biasa dipajang di akuarium. Setelah besar, umumnya dipasarkan sebagai ikan konsumsi dengan harga khusus.
 Di lapangan, saat ini kita bisa menjumpai beberapa varietas ikan mas kaca, berdasarkan letak sisik dan warna tubuh. Ada ikan mas kaca yang sisiknya hanya tumbuh di bagian punggung, di sepanjang garis rusuk, di setiap pangkal sirip, atau ter­sebar tak beraturan. Sedangkan dilihat dari warna tubuhnya, di- jumpai varietas ikan mas kaca yang berwarna hijau, keabu - abuan, merah, kuning, keputih - putihan dan kombinasi di antara warna - warna tersebut.
 Melalui persilangan antar va­rietas ikan mas kaca tersebut, kita berpeluang untuk "menciptakan" varietas ikan mas kaca yang benar - benar mulus dan licin tanpa sisik. Untuk mendapatkan ikan "baru" ini, kita memang harus .sabar dan rajin mencoba.

Cara Pembenihan
Langkah awal untuk memproduksi ikan mas yang mulus, sudah tentu mencari induk va­rietas kaca. Untuk mendapatkannya, kita perlu menghubungi para pembudidaya ikan mas. Mo­hon dimaklumi saja, varietas kaca ini memang sulit diperoleh dan relatif langka. Dalam satu wadah budi daya, biasanya bisa dijumpai hanya beberapa ekor saja.
 Bila induk sudah diperoleh, perlu dipelihara beberapa waktu lagi dengan pemberian pakan bermutu agar cepat matang kelamin, dan siap dikawinkan. Untuk mengawinkan, caranya cukup mudah. Kita bisa mengawinkannya dalam kolam tanah atau bak tembok. Sebelumnya, kolam pemijahan ini perlu dikeringkan dulu beberapa hari.
 Setelah itu, kolam diisi air dan dilengkapi dengan kakaban (subtrat penempel telur yang terbuat dari ijuk). Bila semua beres, induk pilihan sudah dapat dimasukkan ke kolam. Un­tuk setiap induk betina, sebaik­nya dikawinkan dengan dua ekor induk jantan yang memi­liki berat tubuh seimbang.
 Dengan cara sederhana tersebut, induk ikan biasanya sudah memijah di malam harinya. Dengan catatan, induk tersebut benar-benar matang kelamin. Tandanya, induk  betina mengeluarkan cairan kuning (telur) bila diurut perutnya kea rah lubang urogenital (anus). Sedangkan induk jantan, bila diurut perutnya mengelu cairan putih susu (sperma).
 Bila sudah memijah, kakaban diangkat dan dipindahka ke dalam kolam penetasan.  Di kolam penetasan ini, telur (yang menempel pada kakaban) menetas dalam waktu sekitar 48 jam. Setelah menetas dan berumur seminggu, kembali dipindahkan ke kolam pendederan untuk dipelihara dan dibesarkan lebih lanjut. Kolam pendederan ini, jauh hari sebelumnya perlu dipupuk dengan  pupuk kandang agar makanan alami benih ikan berupa jasad renik tumbuh melimpah.
 Pengalaman penulis saat bekerja di Balai Benih Ikan (BBI) Penebel, Tabanan,  dari hasil pemijahan induk ikan mas yang bersisik di punggung dengan varietas kaca bersisik di garis rusuk bisa diperoleh sejumlah varietas kaca mulus tanpa sisik. Untuk memperoleh varietas ikan mas mulus dalam jumlah besar, tampaknya masih perlu dilakukan uji coba dan penelitian lanjutan. Demikian juga untuk menciptakan galur murni varietas ikan mas kaca yang benar - benar mulus, perlu perhatian tersendiri dari para peneliti dan pakar perikanan. (Agus Rochdianto, Penyuluh Perikanan di BP4K Tabanan)


Pengirim : Agus Rochdianto, SE, S.PKP