Kamis, 05 November 2015

Makan Ikan Kurangi Depresi Pasca Melahirkan

Makan Ikan Kurangi Depresi Pasca Melahirkan

by Rizki Fadli Selasa, 10 Maret 2015 - 09:42:17 WIB dibaca: 358 pembaca


Kelahiran si buah hati, tentu merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri. Namun demikian, sebagian ibu setelah melahirkan justru merasakan hal yang sebaliknya. Sebagian ibu justru merasakan kesedihan, mengalami perubahan emosi yang cepat dan berganti-ganti (mood swing). Suka menangis, hilang nafsu makan, gangguan tidur, mudah tersinggung, cepat lelah, cemas dan merasa kesepian. Kondisi yang demikian di dalam dunia kesehatan sering disebut baby blues. Baby blues dapat terjadi segera setelah kelahiran, tetapi biasanya akan ber­lalu dalam beberapa hari hingga 2 minggu.

Baby blues yang berlangsung lama perlu diwaspadai sebagai gejala depresi pasca melahirkan (postpartum depression). Gejala postpartum depression hampir sama dengan baby blues, na­mun demikian postpartum depression dapat terjadi kapanpun di dalam jangka waktu satu tahun setelah melahirkan. Postpartum depression dapat mengacaukan keberadaan wanita dan dapat membuat dirinya tak dapat berfungsi secara normal dalam kehidupan sehari-hari dalam jangka waktu yang lama. Penelitian menyebutkan bahwa sekitar 10 sampai 20 persen wanita menga­lami depresi setelah melahirkan.

Meskipun sangat jarang terjadi, seorang Ibu setelah melahirkan dapat juga mengalami post­partum psikosis. Salah satu penelitian mengungkapkan bahwa postpartum psikosis terjadi pada 1 atau 2 wanita dalam setiap 1000 orang wanita yang melahirkan. Postpartum psikosis biasanya dimulai pada minggu pertama sampai dengan 6 minggu setelah melahirkan. Perempuan yang menderita bipolar disorder atau masalah psikiatrik lainnya yang disebut schizoaffektif disorder mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk terkena postpartum psikosis. Gejalanya dari postpar­tum psikosis antara lain: halusinasi, gangguan saat tidur, dan obsesi mengenai bayi. Penderita dapat terkena perubahan mood secara drastis, dari depresi ke kegusaran dalam waktu singkat.

Depresi pasca melahirkan mengakibatkan penderitaan batin ibu, merenggangkan hubungan dengan pasangan, menyebabkan menurunnya fungsi sosial dan kualitas hidup si ibu dan bahkan penelitian terbaru menunjukkan bahwa ibu yang depresi bisa menyebabkan gangguan emosional dan kognitif pada bayi yang baru lahir.

Penyebab Depresi Pasca Melahirkan

Hasil penelitian mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan depresi pasca mela­hirkan antara lain depresi selama kehamilan, rasa rendah diri, stress dalam mengurus anak-anak, kecemasan sebelum melahirkan, hidup yang penuh tekanan, dukungan sosial rendah, kehidupan perkawinan kurang baik, riwayat depresi sebelumnya, bayi rewel atau bermasalah, tingkat ekonomi yang rendah dan kehamilan yang tidak direncanakan.

Disamping itu, perubahan hormon diduga menyebabkan perubahan kimiawi di dalam otak yang mengarah menuju depresi. Setelah melahirkan terjadi perubahan hormonal di dalam tu­buh wanita. Selama kehamilan, terjadi lonjakan jumlah estrogen dan progesteron. Dalam jang­ka waktu 24 jam setelah melahirkan, jumlah estrogen dan progesteron kembali normal seperti sebelum saat kehamilan. Perubahan hormonal ini yang dapat memicu terjadinya depresi.

Biasanya, tingkat dari hormon tiroid juga turun setelah melahirkan. Tiroid adalah kelenjar kecil di leher yang membantu mengatur metabolisme tubuh ( bagaimana tubuh menggunakan dan menyimpan energi dari makanan). Tingkat tiroid yang rendah dapat menyebabkan gejala depresi, termasuk mood deperesi, kehilangan semangat hidup, gusar, lemas, sukar berkonsen­trasi, sulit tidur, dan bertambahnya berat tubuh.

Pengaruh Makanan

Menurut pakar nutrisi, makanan yang kita makan dapat membuat kita merasa lebih baik, atau merasa lebih buruk, baik dalam waktu singkat maupun jangka panjang. Beberapa nutrisi yang berfungsi mencegah depresi antara lain :

1. Vitamin B 12 dan Asam Folat

Menurut Edward Reynolds, MD, dari the Institute of Epileptology, Kingstone College, London, vitamin B12 dan asam folat berfungsi mencegah kelainan sistem saraf pusat, gang­guan mood, serta demensia. Ikan merupakan salah satu sumber vitamin B12.

2. Selenium

Selenium merupakan mineral yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh. Apa hubun­gan antioksidan dengan perasaan gembira atau sedih? Hasil studi menunjukkan, mereka yang mengkonsumsi selenium mempunyai kadar selenium yang lebih tinggi dalam sirkulasi darah dan mengalami penurunan gejala-gejala depresi yang signifikan. Seafood seperti tiram, kerang, sardines, dan ikan merupakan sumber selenium

3. Asam lemak Omega-3

Menurut Jay Whelan, PhD, ketua Department of Nutrition di the University of Tennessee, asam lemak omega-3 dari ikan berdampak positif pada perubahan mood yang teridentifikasi secara klinis, seperti depresi pasca melahirkan.

Mengapa asam lemak omega-3 mengurangi risiko depresi? Karena asam lemak essensial omega-3 merupakan kunci pembangun blok otak dan diet rendah asam lemak omega-3 terkait

dengan rendahnya tingkat zat kimia otak yang disebut serotonin. Kadar serotonin yang rendah pada gilirannya terkait dengan tingkat depresi. Wanita hamil dapat sangat rentan terhadap rendah­nya tingkat asam lemak omega-3 karena perkembangan fetus mengambil pasokan dari tubuh ibu. Jika Ibu tidak cukup makan, asam lemak omega-3 menjadi berkurang.

Penelitian yang dilakukan di Inggris telah menganalisis 11.721 wanita. Pada penelitian ini, wanita yang mengkonsumsi ikan dua atau tiga kali seminggu digolongkan dalam tipe / group asupan tinggi. Penelitian yang tidak menerima dana dari industri perikanan atau suplemen maka­nan ini telah dirilis pada pertemuan tahunan the American Psychiatric Association.

Penelitian ini menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi lemak omega-3 dari seafood lebih banyak selama trisemester ketiga, sedikit yang mengalami depresi pada periode tersebut sampai lebih dari 8 bulan setelah melahirkan. Pada kenyataannya, tingkat depresi pada wanita dengan asupan omega-3 yang tinggi hanya sekitar separuhnya dari wanita dengan asupan yang rendah, kata peneliti dan psikiatri Dr. Joseph R. Hibblen.

Hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa mengkonsumsi salmon, sardine atau ikan lain­nya dapat membantu wanita hamil terhindar dari depresi sebelum dan sesudah melahirkan.

Pemerintahan Federal mengingatkan wanita hamil tentang kewaspadaan terhadap ikan yang barangkali terkontaminasi merkuri, tetapi masih merekomendasi makan ikan sampai 3,36 ons per minggu dari berbagai jenis. Data dari pemerintah Federal menunjukkan sangat sedikit kand­ungan merkuri dalam salmon, catfish dan scallop. Menurut Hibeln, suplemen minyak ikan juga disarankan karena terbebas dari merkuri.

Disamping itu, menurut Dr Katherine Wisner dari University of Pittsburgh AS untuk menghin­dari bahaya merkuri, maka ibu-ibu harus mengikuti rekomendasi dari instansi berwenang setem­pat tentang ikan dapat dimakan.

Menurut Wisner, hasil penelitian baru menunjukkan hubungan statistik yang kuat antara ren­dahnya tingkat asam lemak omega-3 dan gejala depresi. Hasil penelitian menunjukkan kadar asam lemak benar-benar bertanggung jawab dan mendorong memerangi tingkat depresi.

4. Vitamin D

Cahaya matahari membantu tubuh mensintesa dan mengatur vitamin D. Penelitian baru-baru ini menunjukkan adanya hubungan antara rendahnya kadar serum vitamin D dengan gangguan mood. Menurut peneliti dari Medical University of South Carolina, orang-orang dapat mengatur mood mereka dengan mendapatkan paling sedikit 1000-2000 IU vitamin D per hari. Beberapa peneliti menganjurkan untuk mendapatkan asupan vitamin D dari berbagai sumber seperti cahaya matahari pagi, suplemen vitamin D, serta mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D. Vitamin D ini bisa diperoleh dari makanan seperti ikan salmon, tuna, dan mackerel, hati sapi, keju, serta kuning telur.

Ikan mengandung berbagai nutrisi yang berhubungan dengan depresi seperti vitamin B12, se­lenium Asam lemak omega-3, dan vitamin D. Oleh karena itu, bagi Ibu hamil sangatlah bijaksana bila mengkonsumsi ikan minimal 2 kali dalam seminggu, karena ikan dapat mengurangi risiko depresi pasca melahirkan. Dengan makan ikan, Ibu terhindar dari baby blues dan depresi pasca melahirkan sehingga kelahiran si buah hati akan disambut dengan rasa bahagia dan si bayi pun akan tumbuh sehat dan cerdas.



Anak Cerdas Berkat Makan Ikan

by Rizki Fadli Jumat, 06 Maret 2015 - 12:41:06 WIB dibaca: 312 pembaca
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.




Karena kesehatan janin tergantung dari kondisi ibunya, maka wanita hamil sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi omega-3 yang cukup. Sumber utama omega-3 terbesar adalah ikan.Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa, sehingga pertumbuhan, perkembangan dan kecerdasannya perlu mendapatkan perhatian. Perkembangan kecerdasan anak sudah dimulai sejak bayi dalam kandungan, sehingga makanan yang dikonsumsi seorang ibu pada masa kehamilan akan sangat menentukan perkembangan anak selanjutnya. Beberapa pene­litian menunjukkan bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh Ibu yang mengkonsumsi asam amino omega-3 mempunyai kecerdasan dan ketrampilan sosial yang lebih baik dibandingkan dengan yang dilahirkan oleh Ibu yang tidak mengkonsumsi asam amini omega-3.

Tim National Institutes of Health melakukan penelitian terhadap 9000 Ibu dan anak-anak yang dilahirkan. Penelitian di AS dilakukan dalam jangka waktu yang lama, dan dari analisa data yang dilakukan diperoleh hasil bahwa Ibu yang mengkonsumsi asam amino omega-3 lebih sedikit melahirkan anak dengan IQ yang lebih rendah, mempunyai kemampuan motorik yang lambat dan koordinasi tangan dan mata yang lambat.

Dari 9000 Ibu yang pada masa kehamilan mendapatkan asupan omega-3 yang rendah mem­punyai anak dengan IQ verbal 6 kali lebih rendah dibandingkan rata-rata. Sebaliknya Ibu yang pada masa kehamilan mengkonsumsi mackerel, sarden dan sumber omega-3 lainnya dalam jum­lah yang besar melahirkan anak dengan kemampuan motorik yang baik pada usia usia 3 tahun. Disamping itu, Ibu hamil dengan asupan asam omega-3 yang rendah juga melahirkan anak yang mempunyai masalah dalam interaksi sosial seperti ketidakmampuan dalam berteman.

Ketua peneliti Dr. Joseph Hibbin mengatakan bahwa 14 % dari anak berumur 17 tahun yang dilahirkan oleh Ibu yang mengkonsumsi omega-3 dalam jumlah kecil selama masa kehamilan menunjukkan tingkah laku yang lebih jelek dibandingkan dengan anak yang dilahirkan oleh kel­ompok dengan asupan yang tinggi.

Profesor Jean Golding dari Universitas Bristol melakukan penelitian The Avon Longitudi­nal Study of Parent and Children pada 25 tahun yang lalu untuk melihat kecenderungan penyakit. Omega-3 yang berpengaruh terhadap kecerdasan anak tidak dapat disediakan oleh bayi dan diperoleh dari asupan omega-3 ibunya. Penelitian yang baru di AS menunjukkan bahwa Ibu yang mengkonsumsi minyak ikan secara rutin pada masa kehamilan mempunyai anak dengan kemampuan bahasa dan komunikasi yang lebih baik.

Ahli Nutrisi Patrick Holford yang juga Direktur dari Brain Bio Center mengatakan bahwa omega-3 adalah kunci intelegensia anak-anak sebab otak terdiri dari 60% lemak dan 30% adalah asam lemak esensial. Penelitian yang lain juga menunjukkan secara jelas adanya hubungan in­telegensia dengan konsumsi asam lemak esensial omega-3.

Karena Omega-3 dari bayi diperoleh dari asupan omega-3 dari ibunya maka wanita hamil san­gat penting untuk mengkonsumsi omega-3 yang cukup. Sumber utama omega-3 terbesar adalah ikan. Hanya saja yang perlu diwaspadai adalah kualitas perairan tempat ikan ditangkap. Karena alasan tersebut Mr. Holford merekomendasikan wanita hamil untuk mengkonsumsi 2 porsi dari ikan salmon, trout atau sardine yang berasal dari tangkapan atau ikan organic setiap minggu.

Biji-bijian seperti biji rami dan labu adalah sumber omega-3 untuk vegetarian tetapi perlu dikonsumsi dalam jumlah yang besar untuk manfaat yang sama. Wanita hamil dapat juga meng­konsumsi supplemen omega-3 dengan kualitas baik.




Sumber : BBC New

Tidak ada komentar:

Posting Komentar