Kamis, 03 November 2016

Aplikasi Vaksin DNAGlycoprotein

Aplikasi Vaksin DNAGlycoprotein Untuk Pencegahan Koi Herpes Virus (KHV) Pada Budidaya Ikan Koi dan Ikan Mas


TUJUAN DAN MANFAAT PENERAPAN TEKNOLOGI
Tujuan      : Peningkatkan sistem imunitas spesifik terhadap KHV dalam tubuh ikan.
Manfaat    Mendapatkan metode pencegahan penyakit KHV pada ikan mas dan koi yang efektif dan aman. Vaksin DNA KHV mampu meningkatkan respon kekebalan ikan yang bersifat spesifik mencakup selular maupun humoral sehingga ikan tahan terhadap serangan KHV. Diharapkan dengan adanya vaksin yang efektif maka tingkat serangan KHV dapat dikendalikan dan berdampak pada peningkatan produksi pada budidaya ikan mas dan koi.
Kegunaan :  Untuk melindungi organisme target khususnya ikan mas dan koi dari serangan virus KHV.


1.   Persyaratan Teknis Penerapan Teknologi

Bahan utama vaksin berupa Isolat bakteri E. coli (DH5 alpha) yang telah disisipi DNA glikoprotein virus KHV (Gp-25) berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Aplikasi Vaksin DNA Gp-KHV dapat dilakukan melalui tiga metode yaitu injeksi, perendaman dan oral (melalui pakan). Metode injeksi (menggunakan vaksin bentuk plasmid), dilakukan pada benih mulai berukuran 5-8 cm (umur minimal 2 bulan) hingga calon induk; Metode ini tepat diberikan untuk ikan koi (nilai ekonomis tinggi) atau ikan terseleksi (misal untuk calon induk mas/koi). Metode perendaman (menggunakan pellet bakteri basah/kering), dapat dilakukan pada benih, mulai ukuran 5-8 cm.

·   Persyaratan Teknis Produksi Vaksin:
1.   Ruangan : Ruangan ber AC
2.  Peralatan: Peralatan harus steril

·   Persyaratan Penyimpanan Vaksin
1.   Vaksin Sediaan bakteri : suhu penyimpanan 4oC
2.  Vaksin sediaan Plasmid : Suhu penyimpanan -20oC

·   Persyaratan teknis Vaksinasi:
1.   Ikan : umur ikan minimal 2 bulan dan kondisi ikan harus dalam keadaan sehat
2.   Suhu air untuk proses vaksinasi minimal 25oC

2.  Standar Operational Procedure pemberian vaksin
Aplikasi pemberian vaksin dalam bentuk plasmid melalui metode injeksi, sedangkan aplikasi dalam bentuk bakteri melalui perendaman.





Vaksin DNA Gp-KHV bentuk plasmid

§   Sebelum dilakukan vaksinasi Ikan dikarantina (bebas parasit & bakteri) jika memungkinkan status negatif KHV, dikondisikan pada suhu 24-25 °C minimal selama 2 minggu (Perelberg et al., 2005).

§ Teknik vaksinasi yang dilakukan berupa teknik vaksinasi secara injeksi intramuskular. Dosis vaksin yang digunakan adalah 12,5 ug/0,1ml/ekor (ukuran ikan 10-50 g). Proses vaksinasi dilakukan satu tahapan pertama (priming). Setelah divaksin ikan dipelihara secara terkontrol dalam bak fiber (sistem air mengalir; debit 0,5 liter/detik). Periode pemeliharaan ini merupakan masa induksi kekebalan dilakukan selama 1-2 minggu.


Vaksin DNA Gp-KHV bentuk pellet bakteri dan bakteri kering

§   Sebelum dilakukan vaksinasi ikan dikarantina (bebas parasit dan bakteri) jika memungkinkan status negatif KHV, dikondisikan pada suhu 24-25 °C minimal selama 2 minggu (Perelberg et al.,2005).

§ Teknik vaksinasi yang dilakukan berupa metode perendaman; Dosis vaksin yang digunakan adalah 107 CFU/ml media vaksinasi; kepadatan ikan disesuaikan. Sejumlah vaksin bentuk pellet bakteri/bakteri kering, dilarutkan ke dalam air (media vaksinasi) untuk mendapatakan konsentrasi yang telah ditentukan.

§ Sejumlah benih ikan dimasukkan ke dalam suspensi vaksin (kepadatan disesuaikan); Proses perendaman vaksin selama 60 menit. Setelah divaksin ikan dipelihara secara terkontrol dalam bak fiber (sistem air mengalir; debit 0,5 liter/detik). Periode pemeliharaan ini merupakan masa induksi kekebalan dilakukan selama 1-2 minggu.

Beberapa keunggulan vaksin DNA KHV adalah:

1.     Bersifat generik dan sederhana.

2.     Aman dan tidak menimbulkan resiko terinfeksi penyakit.

3.   Kombinasi keuntungan dari vaksin tradisional (inactivated vaccine) dan yang dilemahkan (attenuated vaccine).

4.     Dapat mencapai keberhasilan tujuan vaksinasi ketika vaksinasi konvensional gagal.

5.     Memungkinkan untuk diberikan bersama ajuvan molekular misalnya motif CpG.

6.     Mengaktifkan baik sistem kekebalan humoral maupun seluler.

7.     Memungkinkan vaksinasi multivalen yaitu dengan mencampur vaksin DNA untuk lebih dari satu jenis penyakit melalui vaksinasi yang dilakukan secara bersamaan.

8.     Memberikan proteksi yang baik apabila diberikan pada stadia awal.

9.     Proteksi dapat diinduksi dalam waktu singkat dan memberikan efek proteksi dalam jangka waktu lama.

10.  Dapat memberikan proteksi baik dalam suhu rendah maupun tinggi.

11.  Dapat memberikan proteksi pada heterologous strain pathogen.
12.  Produk murni memiliki stabilitas yang tinggi.
13. Vaksin DNA KHV ini juga diisolasi dari isolate virus KHV local (dalam negeri) sehingga vaksin ini memiliki kehomologan antibodi dengan antigen yang cukup tinggi. Kehomologan ini merupakan syarat penting untuk mencapai keberhasilan vaksinasi. 


Sumber: Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan KKP 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar