Rabu, 25 Mei 2016

ANEKA KHASIAT DAGING IKAN BAGI KESEHATAN

ANEKA KHASIAT DAGING IKAN BAGI KESEHATAN




Ikan merupakan komponen penting dalam ma­kanan manusia sejak zaman primitif. Pernyataan yang sering dikumandangkan para ahli gizi ini memang bukan basa-basi. Pasalnya, dari berbagai penelitian yang dilakukan para pakar yang tergabung dalam Persegi (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) tersebut, membuktikan kandungan gizi ikan berkhasiat bagi kesehatan dan kecerdasan.

Bukti Penelitian
Selain mengandung protein tinggi (berkisar 17 - ­40 persen), ikan juga merupakan sumber vitamin A, D, B, B12 dan mineral penting seperti besi. yodium, seng, selenium dan kalsium. Sedangkan kandungan lemaknyai sebagian besar berupa asam lemak tak jenuh yang tergabung dalam kelompok asam lemak Omega-3.

Dari berbagai penelitian menyebutkan, asam le­mak Omega-3 yang terkandung dalam daging ikan (khususnya jenis ikan laut) terkenal cukup ampuh menekan kenaikan kolesterol dalam darah. Menurut para ahli penyakit jantung, kadar kolesterol yang bagus adalah di bawah 200 mg%. Kadar antara 200 - 239 mg% berarti "lampu kuning" sehingga kita harus waspada. Selanjutnya, bila kadar kolesterol sudah pada posisi 240 mg%, kita harus ekstra hati-hati karena serangan penyakit jantung bisa datang tiba-tiba (tanpa diundang).

Dari penelitian lain terhadap penderita penyakit jantung, terbukti pasien yang mengkonsumsi lauk ikan (sedikitnya tiga kali seminggu) memiliki umur yang lebih panjang dibanding pasien lainnya yang  tidak menyertakan lauk ikan pada menunva. Selain itu ditemukan juga kasus rata-rata kematian nelayan karena penyakit jantung, hipertensi dan pendarahan otak (stroke) lebih rendah dibanding penduduk di pedalaman yang jauh dari pantai.

Selain bisa meredam serangan penyakit jantung, hipertensi dan pendarahan otak, Omega-3 dan tingginya protein pada ikan juga berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan sel-sel syaraf otak. Percobaan pada tikus dan kera mengungkapkan terjadinya pengurangan penglihatan dan perilaku bila diberi diet defisien lemak Omega-3. Penelitian selanjutnya mengungkapkan bahwa selaput membram retina dan otak banyak mengandung asam DHA (Dekosahesanot) sebagai penyusun Omega-3.

Penelitian lainnya mewartakan, daging beberapa jenis ikan bahkan mampu meningkatkan kesuburan dan vitalitas. Tidak itu saja, penelitian belakangan ini juga menyebutkan bila tulang rawan ikan laut (khususnya ikan hiu) terbukti bisa mengatasi penya­kit kanker.

Ayo makan  Ikan
Meski daging (gizi) ikan terbukti memiliki bany­ak khasiat bagi kesehatan, faktanya tingkat konsumsi ikan di Indonesia ternyata masih tergolong rendah. Setidaknya bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Jepang, Korea, Thailand, dan Singapura.

Bila kita baru menargetkan tingkat konsumsi ikan 26,5 kg/ kapita/tahun, bangsa lainnya sudah maju beberapa langkah. Di Jepang misalnya,,tingkat konsumsi ikan­nya sudah mencapai lebih dari 100 kg/kapita/tahun. Sebagai negara pengimpor hasil perikanan laut terkemuka, Jepang juga terkenal sebagai bangsa penggemar ikan.

Sama seperti Jepang masyarakat Korea Selatan juga terkenal sebagai penggemar menu ikan laut (seafood). Di negeri gin­seng ini, konon bahkan ada semacam Inpres yang mewajibkan warganya mengkonsumsi teri tiap pagi. Di Korea ini, tingkat konsum­si ikannya tercatat sekitar 80 kg/ kapita/tahun.

Untuk mengejar ketertinggalan kita dalam hal makan ikan, Gemarikan (Gerakan makan ikan) yang telah dicanangkan pemerintah memang perlu terus digalakkan dan dimasyarakatkan. Ayo makan ikan ! Supaya sehat, kuat dan cerdas, (Agus Rochdianto, Penyuluh Perikanan di BP4K Tabanan)




Pengirim : Agus Rochdianto, SE, S.PKP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar