Minggu, 16 Oktober 2016

Klasifikasi dan Toksonomi Ikan Arwana

Klasifikasi dan Toksonomi Ikan Arwana

Menurut sistematika ilmu taksonomi (identifikasi organism berdasarkan kelasnya) ternyata arwana tidak hanya digolongkan dalam satu genus. Ada empat genus yang dikenal tetapi yang lazim dan  banyak diperdagangkan hanya dua genus yaitu Scleropages dan Osteoglossum. Sementara itu arwana asia sering disebut ikan naga, ikan kayangan atau ikan siluk karena berasal dari genus Scleopages. Berikut adalah klasifikasi ikan arwana:

Filum                :    Chordata
Subfilum          :    Vertebrata
Kelas                :    Pisces
Sub Kelas        :    Teleostei
Ordo                :    Malacopterygii
Famili               :    Osteoglossidae (Bonytongues)
Genus        :    1. Arapaima           Spesies      :    Arapaima gigas (giant arwana)
                             2. Osteoglossum    Spesies      :    Osteoglossum bicirrbosum
                                                            Spesies      :    Osteoglossum ferreirai
                             3. Scleropages       Spesies      :    Scleropages formosus
                                                            Spesies      :    Scleropages guntberi
                                                            Spesies      :    Scleropages Leicbardti
                                                            Spesies      :    Scleropages Jardini
           4. Clupisudis          Spesies      :    Clupisudis nilot/Heterotis Nilotic (nile arowana)

Secara morfologis (ciri-ciri fisik),badan dan kepala arwana agak padat. Tubuhnya pipih dan punggungnya datar, hampir lurus dari mulut hingga sirip punggung. Garis lateral atau gurat sisi yang terletak di samping kiri dan kanan tubuh arwana panjangnya antara 20-24 cm. bentuk mulutnya mengarah keatas dan mempunyai sepasang sungut pada bibir bawah. Ukuran mulutnya lebar dan rahangnya cukup kokoh.Giginya berjumlah 15-17.Bagian insangnya di lengkapi dengan penutup insang. Letak sirip punggungnya berdekatan dengan pangkal sirip ekor (caudal). Sirip anusnya lebih panjang dari pada sirip punggung (dorsal), hampir mencapai sirip perut (ventral).Panjang arwana arwana dewasa sangat variatif, antara 30-80 cm.

Sisiknya berukuran besar  dan permukaanya mengkilap. Bentuk sisiknya berupa cycloid atau melingkar.Warnanya sangat variatif, antara lain perak, hitam, emas, dan merah. Untuk lebih gampangnya, banyak yang memberi  nama arwana berdasarkan warna sisiknya, misalnya arwana hijau (green arowana), arwana hitam (black arowana), arwana perak (silver arowana), arwana kuning (golden arwana), dan arwana merah (red arwana). Arwana merah di bagi lagi menjadi tiga jenis, yakni merah biasa (red banjar), merah kuning (golden red) dan sangat merah (super red).

Gambar 1.Ciri-ciri fisik arwana


Sumber:
Suharyadi, 2011. Budidaya Ikan Arwana: Modul Penyuluhan Perikanan. Jakarta, Pusat Penyuluhan Kelutan dan Perikanan BPSDMKP. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar