Senin, 03 Oktober 2016

Mahasiswa UGM Kembangkan Teknologi Microbubble Generator

Mahasiswa UGM Kembangkan Teknologi Microbubble Generator


Yogyakarta, Indoaqua.net - Tim Mino Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan teknologi microbubble generator. Teknologi ini mampu meningkatkan jumlah oksigen terlarut dalam air yang dapat mempercepat pertumbuhan ikan. 

Tim Mino yang beranggotakan Muhamad Nabil Satria Faradis dan Fajar Sidik Abdullah dari Teknik Mesin serta Untari Febrian Ramadhani dari FEB sukses memenangkan kompetisi dengan mengusung teknologi MINO Microbubbles. Mereka berhasil menyisihkan tim dari Kamboja dan Malaysia di babak final. 

Untari menjelaskan bahwa teknologi microbubble generator dikembangkan untuk mendorong produksi budidaya ikan. Teknologi ini mampu meningkatkan jumlah oksigen terlarut dalam air yang dapat mempercepat pertumbuhan ikan. 

Dari hasil uji yang mereka lakukan terbukti pengaplikasian teknologi ini dapat meningkatkan kualitas air. Tidak hanya itu, melalui teknologi ini dapat menyalurkan oksigen dalam kolam secara maksimal. Dengan kualitas air yang semakin baik akan mendukung pertumbuhan ikan dalam kolam. 

"Ikan yang dihasilkan pun lebih berat dan masa panen lebih singkat dari rata-rata yang biasanya 2 kali menjadi 3 kali panen dan meningkatkan berat serta panjang ikan hingga 30 persen", paparnya, seperti dikutip dari laman ugm.ac.id, selasa (1/11/2016)

Riset pengembangan teknologi microbubble generator didukung pendanaannya oleh Universitas Gadjah Mada, Program Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT) - Kemenristek Dikti, MP3EI, hingga dukungan dari M Foundation milik Jenderal Moeldoko. Riset dilakukan dibawah bimbingan Dr. Deendarlianto.

Kesuksesan tim ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak antara lain Wiratni, Prof Rustadi, Laboratorium Teknologi Pangan dan Bioproses, Laboratorium Akuakultur, Laboratorium Hama dan Penyakit, Laboratorium Mekanika Fluida, Departemen Teknik Mesin dan Industri, Departemen Manajemen, Departemen Perikanan, dan Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada. Bekerjasama dengan berbagai mitra petani ikan lokal, Balai Benih Ikan - BBI Cangkringan, Yogyakarta, Indonesia dan Group of Fish Farmers "Mino Ngremboko" di Bokesan. 

Teknologi yang dikembangkan Utari dan Kawan-kawan mendapat sambutan positif dari USAID. Salah satunya oleh Kuasa Usaha Ad-Interim Kedubes AS, Brian McFeeters. 

Menurutnya, para inovator muda dari UGM telah menemukan teknologi pengolahan air yang canggih sehingga akan membantu para peternak ikan nila mendapatkan hasil panen yang lebih baik. Inovasi tersebut akan membantu meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan. (sumber: www.netralnews.com)

http://www.indoaqua.net/2016/11/mahasiswa-ugm-kembangkan-teknologi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar