Senin, 21 September 2015

Budidaya Ikan Sepat Mutiara( Trichogasterleeri )

Budidaya Ikan Sepat Mutiara( Trichogasterleeri )


Sepat mutiara (Tichogasterleeri) dengan nama dagang Pearl Gouramy atau Mosaic Gouramy berasal dari  Sumatera , Kalimantan, Malaysia, dan Thailand. Ikan yang bersifat omnivore ini hidup pada suhu optimal 26-28° C; pH 6,5-7,0; dan kerasan 6-8°  dH.
Panjang tubuh ikan ini dapat mencapai 12 cm. Warnanya biru muda dengan violet terang. Seluruh tubuhnya dipenuhi totol – totol putih seperti mutiara dengan poly mosaik. Pada saat birahi, warna bagian perut jantan menjadi orange.
Sepat mutiara (Trichogasterleeri) adalah sejenis ikan hias air tawar anggota suku gurami (Osphronemidae) . Dalam bahasa Inggris disebut Pearl gourami, Mosaic gourami atau Lace gourami merujuk pada pola warna berbintik – bintik indah dengan garis hitam di sisi tubuhnya.
Pemerian
Ikan yang bertubuh pipih dan bermoncong runcing sempit , panjang keseluruhan beserta ekor hingga 120 mm. Berwarna abu – abu atau kebiruan dengan pola butir –butir berwarna kehijauan atau keperakan serupa mutiara banyak sekali . Sebuah pita berwarna gelap berjalan pada tengah sisi tubuh ,  mulai dari ujung moncong melewati mata dan berakhir dengan sebuah bintik pada pangkal ekor. Hewan jantan lebih berwarna - warni, dengan tenggorokan dan sirip dubur bagian depan berwarna kemerahan.
Rumus sirip dorsal , V - VII ( jari – jari keras atau duri ) dan 8–10 ( jari – jari lunak ) ; dan sirip anal XII –XIV , 25 – 30 . Gurat sisi 30 – 37 buah. Panjang standar (tanpa ekor) kira-kira 2,4 kali tinggi badan. Sepasang jari – jari terdepan pada sirip perut berubah menjadi alat peraba yang menyerupai cambuk atau pecut, yang memanjang hingga ke ekornya, dilengkapi oleh sepasang duri dan 2-3 jumbai pendek.
Agihan dan habitat
Sepat mutiara menyebar mulai dari Thailand , Malaysia , Sumatra , hingga Kalimantan. Ikan ini merupakan penghuni rawa – rawa dataran rendah yang berair sedikit asam. Ikan ini biasanya senang berada dekat permukaan hingga setengah kedalaman air.
Pemeliharaan di akuarium
Ukuran dan kondisi
Untuk memelihara sepasang sepat mutiara sebaiknya digunakan kolam atau akuarium berukuran sekurang - kurangnya 60 liter; lebih besar ukurannya akan lebih baik,  karena ikan ini akan menunjukkan gejala stress apabila merasa terbatasi ruangannya. Suhu air sebaiknya berkisar antara 22–28 °C (72–82°F). Permukaan airnya hendaknya berhubungan langsung dengan udara terbuka, agar organ labirin ikan ini dapat berfungsi dengan baik. Kelengkapan akuarium yang diperlukan di antaranya adalah substrat dan ornamen yang sesuai, tetumbuhan air, filter air, pencahayaan, serta perawatan.
Sepat mutiara adalah ikan yang cinta damai. Ikan ini dapat hidup bercampur dengan jenis-jenis ikan lainnya , namun sebaiknya jangan digabungkan dengan ikan - ikan yang bersif atagresif atau terlalu aktif. Juga perlu dijaga agar akuarium tidak terlalu penuh agar sepat mutiara tidak gelisah. Tandanya, sepat jantan dapat tiba – tiba saja menyerang atau menggertak ikan lain yang terasa mengganggunya.
Pakan
Sepat mutiara adalah hewan omnivora, pemakan segala. Di akuarium, ikan ini dapat diberi pakan kering seperti pellet atau cacing tubifex kering. Sesekali, juga dapat diberikan pakan hidup seperti udang renik.

Pemijahan
Cara pemijahan dan pemeliharaan ikan ini hamper sama dengan Dwarf Gouramy. Perbedaannya hanya pada kedua induknya yang sangat setia merawat telurnya. Oleh karena itu, pemisahan induk jantan dan betina dengan anaknya dapat dilakukan setelah larva bias berenang atau sekitar umur satu minggu. Ukuran jual sekitar 4 cm atau sudah berumur 3,5bulan.
Untuk tempat memijah , akuarium perlu dilengkapi dengan tanaman air yang mengapung. Di sini ikan jantan akan membuat sarang busa atau sarang gelembung dari air ludahnya, sebagai tempat memijah dan menyimpan telur hingga menetas nanti. Percumbuan dan pemijahan akan berlangsung di sarang ini, dan sesudah telur dikeluarkan dan dibuahi, sepat betina akan diusir keluar oleh sijantan. Sebagaimana jenis – jenis sepat lainnya, jantan sepat mutiara akan menjagai telur-telur ini hingga menetas.
Sekali memijah biasanya betina akan mengeluarkan 150–200 butir telur. Telur ikan akan menetas setelah 24 jam kemudian. Beberapa hari berikutnya burayak (anak-anak ikan) mulai aktif berenang. Pada saat itu hendaknya ikan jantan dipisahkan dari anak - anaknya, agar burayak-burayak itu tidak dimakannya. Anak-anak ikan mula-mula dapat diberipakan udang renik, dan minggu-minggu berikutnya dapat diberi pakan kering yang dihaluskan.

Sumber : http://kolampancingcs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar