Senin, 07 September 2015

Mengenal Jauh Lebih Dekat Dengan Ikan Gabus

Mengenal Jauh Lebih Dekat Dengan Ikan Gabus


Asal - mula Ikan Gabus
Ikan gabus merupakan ikan air tawar liar dan menjadi predator benih yang rakus dan sangat ditakuti pembudidaya ikan. Ikan ini merupakan ikan buas (carnivore yang bersifat pemakan segala yang predator). Di alam, ikan gabus tidak hanya memangsa benih ikan tetapi juga ikan dewasa dan serangga air lainnya termasuk kodok. Ini masuk akal karena di sungai dan di rawa-rawa Kalimantan terdapat jenis gabus berukuran besar (gabus toman / aruan).

Ternyata ikan gabus adalah ikan asli Indonesia. Hidup di perairan sekitar kita, di rawa, di waduk dan di sungai - sungai yang airnya tenang. Namun sayang, populasi ikan gabus di alam sudah mulai berkurang, sehingga budidaya ikan gabus ini sangat perlu dikembangkan. Ikan gabus dikenal dengan banyak nama. Nama ilmiahnya adalah Channastriata (Bloch, 1793) dan ada yang menyebutnya Ophio cephalusstriatus.

Ada beberapa jenis gabus.
Channastriata merupakan jenis ikan gabus yang banyak ditemui dan memiliki ukuran tubuh relative kecil. Jenis lain adalah gabus toman Channamicropeltes dan Channapleuropthalmus. Gabustoman merupakan jenis gabus yang berukuran tubuh besar, mencapai panjang 1 meter dengan 5 kg.

Ikan gabus memiliki kepala berukuran besar dan agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai snakehead). Terdapat sisik – sisik besar di atas kepala. Sirip punggung memanjangdansiripekormembulat di ujungnya. Sisi atas tubuh dari kepala hingga keekor berwarna gelap, hitam kecokelatan atau kehijauan. Sisi bawah tubuh putih. Mulut besar, dengan gigi – gigi besar dan tajam.

Ikan gabus biasa ditemukan di perairan umum sebagai ikan liar. Banyak ditangkap di danau, rawa, sungai, dan saluran - saluran air hingga kesawah - sawah. Di Indonesia, ikan gabus awalnya hanya terdapat di barat garis Wallacea (Sumatera, Jawa, dan Kalimantan). Pada beberapa daerah yang dilalui aliran sungai besar, rawa - rawa, danau, kolam, sawah dan lain sebagainya atau memasuki kolam – kolam pemeliharaan ikan dan menjadi hama yang memangsa ikan – ikan peliharaan. Oleh sebab itu ikan ini acap kali ditemui "berjalan" di daratan khususnya di malam hari di musim kemarau mencari tempat lain yang masih berair.

Ciri - CiriIkan Gabus
Ikan gabus memiliki kepala berukuran besar dan agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai snakehead). Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di ujungnya. Sisi atas tubuh dari kepala hingga keekor berwarna gelap, hitam kecokelatan atau kehijauan. Sisi bawah tubuh putih. Mulut besar, dengan gigi – gigi besar dan tajam.

Perbedaan Ikan Gabus Jantan Dan Betina
Jantan dan betina ikan gabus bias dibedakan dengan mudah. Caranya dengan melihat tanda – tanda pada tubuh. Betina ditandai dengan kepala membulat, warna tubuh lebih terang, perut membesar dan lembek, bila diurut keluar telur. Induk jantan dan harus sudah mencapai 1 kg.


Pemijahan Ikan Gabus
Pemijahan dilakukan dalam bak beton atau fibreglass. Caranya, siapkan sebuah bak beton ukuran panjang 5 m, lebar 3 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 3 – 4 hari; masukan air setinggi 50 cm dan biarkan mengalir selama pemijahan; sebagai perangsang pemijahan, masukan eceng gondok hingga menutupi sebagian permukaan bak; masukan masukan 30 ekor induk betina; masukan pula 30 ekor induk jantan; biarkan memijah; ambil telur dengan sekup nethalus; telur siap untuk ditetaskan. Telur bersifat mengapung di permukaan air.

Penetasan
Penetasan telur dilakukan di akuarium. Telur akan menetas dalam waktu 24 jam.

Pemeliharaan Larva Ikan Gabus
Pada umur 2 hari, larva diberipakan berupa naupli artemia dengan frekwensi 3 kali sehari. Untuk menjaga kualitas air, dilakukan penyiponan, dengan membuang kotoran dan sisa pakan dan mengganti dengan air baru sebanyak 50 persen. Penyiponan dilakukan 3 hari sekali, tergantung kualitas air.

Pendederan Ikan Gabus
Pendederan ikan gabus dilakukan di kolam tanah. Caranya :siapkan kolam ukuran 200 m2; keringkan selama 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan parit keliling dengan lebar 40 cm dan tinggi 10 cm; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 5 - 7 karung kotoran ayam / kotoran ternak; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 4.000 ekor larva pada pagi hari; setelah 2 hari, beri 1 - 2 kg tepung pellet atau pelet yang telah direndam untuk setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur 3 minggu.

Pembesaran Ikan Gabus di Kolam Pemeliharaan ikan gabus untuk dibesarkan di kolam dengan cara sebagai berikut :
Ikan gabus dikenal dengan banyak nama. Ada beberapa jenis gabus. Channastriata merupakan jenis ikan gabus yang banyak ditemui dan memiliki ukuran tubuh relative kecil. Jenis lain adalah gabus toman Channamicropeltes dan Channapleuropthalmus. Gabustoman merupakan jenis gabus yang berukuran tubuh besar, mencapai panjang 1 meter denganberat 5 kg.
Ikan gabus memiliki kepala berukuran besar dan agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai snakehead). Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di ujungnya. Mulutbesar, dengan gigi – gigi besar dan tajam.
Ikan gabus biasa ditemukan di perairan umum sebagai ikan liar. Banyak ditangkap di danau, rawa, sungai, dan saluran - saluran air hingga kesawah - sawah. Di Indonesia, ikan gabus awalnya hanya terdapat di barat garis Wallacea (Sumatera, Jawa, dan Kalimantan). Pada beberapa daerah yang dilalui aliran sungai besar seperti di Sumatera dan Kalimantan, ikan gabus sering kali terbawa banjir keparit -parit di sekitar rumah, atau memasuki kolam-kolam pemeliharaan ikan dan menjadi hama yang memangsaikan – ikan peliharaan. Oleh sebab itu ikan ini acap kali ditemui “berjalan” di daratan — khususnya di malamhari di musim kemarau—mencaritempat lain yang masih berair. Biasanya ikan ini menyambar mangsa di permukaan sehingg ajikan masuk kekolam ikan yang lain kehadirannya dapat segera diketahui. Pada musim kawin, ikan gabus jantan dan betina bekerjasama menyiapkan sarang di antara tumbuhan di tepi air. Inimerupakansaat yang paling baik untuk menangkap / mengusir gabus dari kolam.
Jika di dalam kolam sudah terdapat ikan gabus, harus segera ditangkap. Gabus dapat dipancing dengan mengggunakan umpan berupa ikan kecil, anak kodok atau eating. Inilah yang akan dikupas dalamarti kelini.

MembedakanJantan Dan Betina
Jantan dan betina ikan gabus bias dibedakan dengan mudah. Betina ditandai dengan kepala membulat, warna tubuh lebih terang, perut membesar dan lembek, bila diurut keluar telur. Induk jantan dan harus sudah mencapai 1 kg.

PEMIJAHAN IKAN GABUS
Pemijahan dilakukan dalambak beton atau fibreglass. Telur bersifat mengapung di permukaan air.

PENETASAN TELUR IKAN GABUS
Penetasan telur dilakukan di akuarium. Telurakan menetas dalam waktu 24 jam.

PEMELIHARAAN LARVA IKAN GABUS
Pemeliharaan larva dilakukan setelah 2 hari menetas hingga berumur 15 hari, dalam akuarium yang sama dengan kepadatan 5 ekor/ liter. Pada umur 2 hari, larva diberipakan berupa naupli artemia dengan frekwensi 3 kali sehari. Untuk menjaga kualitas air, dilakukan penyiponan, dengan membuang kotoran dan sisa pakan dan mengganti dengan air barus ebanyak 50 persen. Penyiponan dilakukan 3 hari sekali, tergantung kualitas air.

PENDEDERAN IKAN GABUS
Pendederan Ikan gabus dilakukan di kolam tanah. Caranya :siapkan kolam ukuran 200 m2; keringkan selama 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalir dengan lebar 40 cm dan tinggi 10 cm; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 5 – 7 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 4.000 ekor larva pada pagi hari; setelah 2 hari, beri 1 – 2 kg tepung pellet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur 3 minggu.



Sumber :

http://ikanpeliharaan-ku.blogspot.com/search/label/CIRI-CIRI%20IKAN%20GABUS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar