Selasa, 05 April 2016

PEMANFAATAN MINYAK CENGEKEH UNTUK MEMBIUS IKAN

PEMANFAATAN MINYAK CENGEKEH UNTUK MEMBIUS IKAN




Selain untuk obat sakit gigi dan menggosok bagian badan yang pegel linu, minyak cengkeh ternyata bisa juga dimanfaatkan untuk membius ikan. Melalui pembiusan ikan, banyak manfaat yang bisa dipetik. Untuk kegiatan seleksi atau penyuntikan induk ikan dalam pembenihan misalnya. pelaksanaannya akan lebih mudah bila ikan dalam keadaan diam (pingsan). Demikian juga untuk pengangkutan ikan hidup. Baik saat ditimbang maupun ketika diangkut, ikan akan lebih mudah ditangani bila dalam keadaan diam.

Efektif, Murah, Aman
Bahan pembius (anastetikum) yang biasa dimanfaatkan untuk menunjang keberhasilan budi daya ikan, jumlahnya tercatat lumayan banyak. Beberapa jenis yang cukup populer di antaranya adalah MS 222, Quinaldine, Benzocain, Novacaine, Ether dan Methyl paraphynol. Bahan kimia pembius ini, bila digunakan dalam dosis optimal bisa mem­bius ikan dalam waktu lama tanpa menimbulkan efek samping. Kendalanya, harganya re- latif mahal dan tidak gampang dibeli di pasar bebas.

Untuk mengatasi kendala tersebut, minyak cengkeh bisa dijadikan alternatif pengganti untuk membius ikan. Selain harganya relatif murah, bahan pembius alami ini juga mudah diperoleh hingga di pelosok pedesaan. Meski harganya murah, minyak cengkeh cukup efektif dan relatif aman untuk membius ikan. Di pasaran, kita bisa membeli minyak cengkeh dalam kemasan botol kecil berisi 40-50 ml. Di warung pedesaan, para pembudidaya ikan bisa dengan mudah mendapatkannya dengan harga relative cukup murah.
 Ir. Saleh Purwanto, mantan Penyuluh Perikanan Spesialis (PPS) di Dinas Perikanan Provinsi Bali yang saat ini menjadi Penyuluh Perikanan Swadaya di Kabupaten Badung, Bali mengungkapkan, dosis minyak cengkeh yang tepat untuk membius ikan berkisar 1-5 cc/10 liter air.  Sedangkan dosis di atas 10 cc/10 liter air, akan mengakibatkan kematian ikan. "Gunakan dosis yang optimal, jangan berlebihan," kata PPS Teladan Tingkat Nasional tahun 1986 ini  mengingatkan.
 Dari hasil pengujiannya, mi­nyak cengkeh efektif untuk membius ikan air tawar yang banyak dibudidayakan. Disebutkan, untuk ikan nila (Orechromis sp) dengan dosis 1 cc/10 liter air, ikan akan pingsan dalam waktu 15 menit dan sadar kembali setelah 9 menit. Tetapi kalau dosis minyak cengkeh dinaikkan lagi menjadi 5 cc/10 liter air, ikan nila segera ping­san setelah 3 menit dan sadar lagi 42 menit kemudian.
 Pengujian pembiusan dengan minyak cengkeh terhadap jenis  ikan air tawar lainnya, menunjukkan hasil yang beragam sesuai jenis ikannya. Pada dosis yang sama, yakni 0,5 cc/10 liter air, ikan karper (Cyprinus carpio) yang dibius dengan minyak cengkeh akan pingsan setelah 16 menit. Sedangkan untuk ikan lele dumbo (Clarias gariepinus), gurami (Osphronemus gouramy) dan tawes (Puntius sp), dengan dosis yang sama waktu pingsannya masing- masing 18 menit, 19 menit dan 3 menit.
 Setelah pembiusan, ternyata tidak berpengaruh buruk terhadap ikan. Terbukti, setelah ikan sadar kembali (dari pembiusan), nafsu makannya kembali aktif dan lendirnya tetap utuh. Demikian juga pengujian pada lele dumbo yang disuntik hormon saat pingsan terbius. Ternyata setelah sadar tetap dapat memijah (kawin) secara normal dan “berbahagia”
 Selain untuk ikan konsumsi di atas, minyak cengkeh juga cukup aman dan efektif untuk membius ikan hias air tawar. Dari kaji terap yang penulis lakukan di lapangan, ikan maskoki (Carassius auratus) bila dibius den­gan minyak cengkeh dosis  1 cc/10 liter air, akan pingsan dalam waktu 5 menit dan sadar kembali setelah 30 menit. Sedangkan pada ikan maskoki jenis komet, pada dosis yang sama, ikan pingsan dalam waktu 6 menit dan sadar kembali setelah 25 menit.
  
Cara Penggunaan
Untuk membius ikan dengan minyak cengkeh, caranya cukup mudah. Ikan yang akan dibius tetap dibiarkan berada di dalam akuarium, bak atau kolam. Agar pemakaian minyak cengkeh bisa lebih hemat, air yang ada di dalam bak atau kolam tersebut sebaiknya disurutkan. Cukup sampai air yang tersisa bisa merendam tubuh ikan. Berikutnya, volume air dihitung untuk menentu,kan banyaknya minyak cengkeh yang diperlukan. Satu hal yang perlu diingat dan diperhatikan, dosis minyak ceng­keh yang digunakan jangan sam­pai melebihi 10 cc/10 liter air.
 Setelah dosis ditentukan dan volume air bak/kolam diketahui, ber­ikutnya minyak cengkeh (sesuai dosis) disemprotkan langsung ke dalam air dengan bantuan tangkai sprayer. Setelah penyemprotan, kita tinggal menunggu reaksi ikan. Tanda-tanda ikan terbius (pingsan) di antaranya, tubuh dan siripnya tidak bergerak-gerak. Pada saat seperti inilah ikan bisa segera ditangani sesuai keperluan.
 Selesai ditangani, ikan yang semula pingsan terbius disadar- kan kembali. Caranya, dengan mengalirkan (memasukkan) air segar yang kaya oksigen ke kolam atau bak yang digunakan sebagai wadah pemulihan ikan. Cara lain, bisa juga meng'gunakan pompa aeratoi yang dilengkapi dengan slang plastik dan batu aerasi yang diletakkan di wadah pemulihan ikan.
 Pengalaman penulis di lapangan, selain minyak cengkeh, daun cengkeh juga memiliki khasiat yang "sama untuk membius ikan. Sebelum digunakan. daun ceng­keh perlu dicincang dulu. Cincangan daun cengkeh ini, kemu­dian dimasukkan ke dalam wadah (berupa kolam, bak, akuarium, atau ember) tempat ikan akan dibius. Penggunaan daun ceng­keh ini memang kurang praktis. Selain itu, untuk mengetahui dosis yang tepat untuk setiap jenis ikan, masih diperlukan penelitian dan pengujian lagi. Oleh karena itu, penggunaan minyak cengkeh untuk membius ikan, untuk sementara waktu bisa dijadikan alternatif pilihan bagi pembudidaya ikan. (Agus Rochdianto, Penyuluh Perikanan di BP4K Tabanan)


Pengirim : Agus Rochdianto, SE, S.PKP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar