Kamis, 28 April 2016

Budidaya Belut Sukses Dengan 6 Langkah Yang Sangat Mudah

Budidaya Belut Sukses Dengan 6 Langkah Yang Sangat Mudah

Budidaya Belut


Budidaya Belut Sukses Dengan 6 Langkah Yang Sangat Mudah
Belut adalah binatang air, dan belut ini merupakan kelompok dari binatang ikan namun belut ini sangat berbeda dengan jenis ikan lainnya, karena belut dapat hidup didalam lumpur dan hanya dengan sedkiti air. Karena belut mempunyai sistem pernapasan yang membantunya agar tetap hidup dalam kondisi lumpur dengan sedkiti air. Semakin berkembangnya perekonomian masyarakat, permintaan belut sebagai ikan konsumsi semakin meningkat, karena rasanya yang enak dan juga kandungan gizi yang banyak. Dan pada umumnya belut yang ada dinegara kita terbagi 2 jenis, yaitu belut sawah (Monopterus albus) dan belut rawa (Synbranchus bengalensis).
Sangat mudah untuk membedakan jenis belut sawah dan juga jenis belut rawa, perbedaan yang signifikan terdapat pada postur tubuhnya, untuk belut sawah sedikit lebih pendek namun gemuk, (istilah jawa : cempluk) sedangkan belut rawa memiliki ukuran tubuh yang lebih panajang dan ramping (lurus).
Pada dasarnya budidaya belut terdapat 2 jenis, yaitu usaha budidaya belut pembibitan dan budidaya belut dengan sistem pembesaran. Untuk budidaya pembibitan belut ini bertujuan untuk beternak (mengahsilkan bibit) untuk dijual kepara pembudidaya pembesaran belut. Dan para pembudidaya pembesaranbelut ini adalah membesarkan bibit belut agar menjadi dewasa dan siap dikonsumsi dan dijual dipasaran.


Cara Budidaya Belut Sukses Dengan Langkah Mudah
Dari dua bagian budidaya belut diatas, yang paling mudah adalah budidaya belut untuk pembesaran, karena bisa dilakukan oleh semua orang baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Daging belut sangat diminati oleh banyak orang, mulai dari langsung dikonsumsi dan juga menjadi beberapa olahan masakan. Banyak yang mengatakan darah belut juga berguna untuk penyembuhan beberapa penyakit, selain itu yang sudah saya lakukan adalah memberi makan ayam aduan dengan belut yang masih hidup, dan lihat perkembangan setelah memakan belut, ayam akan menjadi lebih sehat dan ganas.

Budidaya Belut
Baiklah disini saya akan memberikan tips mudah untuk sukses berbudidaya pembesaran belut, karena pembesaran sangat mudah hanya dengan sedikiti ketelatenan saja. Dan media yang akan kita jadikan kolam disini adalah kolam tembok untuk memudahkan memulai budidaya pembesaran belut. Dari pemilihan bibit hingga panen semua akan saya jelaskan dibawah ini, baiklah yang pertama adalah :
Pemilihan Bibit Untuk Budidaya Belut

Untuk mendapatkan bibit belut yang akan kita masukkan kedalam kolam pembesaran bisa dengan cara membeli dipara penangkar bibit ikan dan juga hasil tangkapan disawah atau dirawa, dan semuanya cara tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk bibit belut hasil tangkapan akan memiliki kekurangan karena ukuran tubuhnya yang berbeda-beda, namun bibit belut tangkapan memiliki kelebihan rasanya yang gurih dan nkmat jika dimakan, dan juga bagusnya harga jual. Dan untuk kekurangan bibit belut hasil budidaya adalah harga jual setelah panen lebih rendah daripada harga jual hasil panen bibit belut tangkapan, namun bibit hasil budidaya ini memiliki kelebihan ukuran dan umur yang seragam, jadi sangat mudah dalam memantau perkembangan pembesarannya, bibit belut hasil budidaya juga tersedia dengan jumlah yang banyak dan kuantitasnya terjamin. Kelebihan lainnya pada bibit belut hasil budidaya adalah memiliki daya pertumbuhan yang seragam, tumbuhnya bisa secara bersama dan menyeluruh.
Bibit belut budidaya adalah dihasilkan dengan cara proses pemijahan antara belut jantan dan belut betina, dan selama ini dinegara kita belum ada cara pemijahan buatan seperti suntik hormon, obat peransang, dll jadi proses pemijahan belut masih dilakukan dengan cara alami. Dibawah ini adalah ciri-ciri bibit belut yang memilki potensi perkembangan petumbuhan yang baik :
Ukurannya tubuh yang sama (seragam)sangat penting untuk ukuran bibit yang akan kita budidayakan, karena ukuran yang sama akan menghindarkan dari proses kanibalisme (belut yang lebih besar akan memangsa belut yang lebih kecil).
Terlihat dari gerakannya yang aktif dan lincah, tidak loyo.
Bibit tidak mengalami cacat atau luka secara fisik.
Tidak terjangkit penyakit.
Bibit belut hasil budidaya yang akan memasuki kolam pembesaran pada umumnya berukuran antara 10-12cm. Dan dengan estimasi waktu panen sekitar 3 sampai 4 bulan, untuk target pemasaran export sekitar 6 bulanan agar belut yang dihasilkan lebih besar.

Persiapan Kolam Budidaya Belut

Baiklah, kali ini kita akan memasukai tahap untuk membuat media kolam sebagai budidaya pembesaran belut, kolam dapat dibuat dengan metode permanen dan semi permanen. Kolam permanan untuk pembesaran belut yang banyak dipakai oleh para pembudidaya pembesaran belut adalah kolam tanah, sawah, dan kolam tembok. Namun disini saya akan menjelaskan bagaimana cara membuat kolam tembok sebagai media budidaya pembesaran belut. Mengapa kolam tembok yang dijadikan pilihan? Karena kolam ini akan tahan lama dan dapat dipakai hingga 5-8 tahun, dan awet tidaknya kolam ini juga ditentukan oleh bahan yang digunakan untuk membuatnya.

Kolam Tembok Untuk Budidaya atau Beternak Belut

Pembuatan ukuran lebar kolam tembok dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dan untuk tingginya yang paling bagus adalah 1-2 meter. Dan pada kolam tembok harus diberi lubang pembuangan, supaya mudah untuk membuang media tumbuh jika diperlukan. Dan untuk kolam tembok yang masih baru, harus dibiarkan kering terlebih dahulu selama kurang lebih 2 minggu, selatjutnya isi kolam dengan air bersih sampai penuh dan berikan daun pisang, pelepah pisang, serabut kelapa didalamnya, hal ini berguna untuk mengurangi bau semen dan menghilangkan zat kimia lainnya. Lakukan pencucian kolam dengan minimal 3 kali, sampai benar benar bersih bau semennya, karena belut bisa stress jika bau semen tersebut masih ada. Namun budidaya belut juga bisa dilakukan pada kolam tanpa lumpur (air jernih).

Pembuatan Media Tumbuh Didalam Kolam Pembesaran Budidaya Belut

Pada alam bebas belut sangat menyukai area yang terdapat lumpur, dan dia juga bermain-main didalam lumpur karena baginya sangat mudah untuk menembus lumpur yang empuk. Belut juga akan membawa mangsangan kedalam lumpur saat berburu, setelah mangsanya mati dia kemudian memakannya. Lumpur juga berfungsi tempat belut berlindung dari predator lainnya, dan pada kolam yang akan kita gunakan untuk pembesaran belut, sebaiknya kita sediakan media tumbuh untuknya agar perkembangan pertumbuhan lebih maksimal. Bahan-bahan yang akan kita gunakan untuk membuat media tumbuh didalam kolam adalah : lumpur sawah, kompos, humus, pupuk kandang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman air, dan mikroba dekomposer.
vertical-align: baseline;">
Pembuatan dari kombinasi bahan-bahan diatas adalah tidak ada patokan tertentu, tergantung kira-kira dan kebiasaan para pembudidaya sendiri dan hal itu tentunya juga tergantung dengan mudah tidaknya bahan-bahan yang didapatkan. Dan dibawah ini akan saya jelaskan langkah mudah untuk membuat media hidup didalam kolam pembesaran.

Bersihkan kolam dari segala macam kotoran, lalu masukkan jerami yang sudah dirajang setinggi sekitar 20cm.
Kemudian berilah pelepah pisang yang sudah dirajang diatas tumpukan jerami tersebut kira-kira dengan tinggi ketebalan 6cm.
Berikan pupuk kandang diatasnya dengan ketebalan kira-kira 20-25 cm, bahan yang dapat digunakan untuk pupuk seperti : pupuk kandang, pupuk kompos, humus, dan kotoran ternak. Pupuk disini agan berfungsi sebagai media berkembangnya mikroorganisme baik yang dapat digunakan untuk makanan belut.
Setelah diberi pupuk, siramlah dengan air yang sudah dicampur dengen cairan bioaktivator atau mikroba dekomposer, cairan ini bisa menggunakan seperti larutan EM4.
Setelah itu, isilah dengan lumpur, lumpur bisa didapat dari sawah atau rawa, pemberiannya kira-kira setebal 10-15 cm, kemudian diamkan selama kurang lebih 1-2 minggu untuk jangka waktu tumbuhnya mikroorganisme baik.
Selanjutnya bisa diisi air bersih kira-kira setinggi 5cm dari media yang ada didalam kolam tersebut, berilah tanaman air seperti enceng gondok, namun jangan terlalu banyak.
Jika semua sudah siap dari lapisan media tumbuh tersebut akan menghasilkan ketebalan kurang lebih 60 cm, dan selanjutnya bibit belut siap dimasukkan.

Penebaran Bibit Dan Pengaturan Air Budidaya Belut

Belut merupakan jenis ikan yang bisa hidup dengan kepadatan yang tinggi, dan penebaran bisa dilakukan dengan ukuran untuk bibit belut berukuran panjang 10-12 cm berkisar 50-100 ekor/m2. Penebaran bibit yang paling bagus adalah pada sore atau pagi hari, namunmenurut saya yang terbaik adalah pada sore hari. Untuk bibit belut yang dihasilkan dari tangkapan seharusnya bibit-bibit ini dikarantina terlebih dahulu pada kolam berair bersih selama kurang lebih 1-2 hari, dan pada masa karantina berikan makanan kuning telur.

Pengaturan sirkulasi air jangan terlalu deras, karena bisa menyebabkan erosi, dan tinggi air harus selalu dijaga karena semakin tinggi air akan membuat belut lebih aktif bergerak dan akibatnya belut akan susah untuk gemuk.

Pemberian Pakan Budidaya Belut

Ikan jenis belut ini tergolong ikan yang rakus, oleh karena itu kita diharuskan untuk tidak lama telat untuk memberikan makanan, hal ini sangat beresiko terhadap benih yang baru ditebar dan juga belut yang telah dewasa, karena dia akan memangsa sesama. Pemberian pakan harus mencukupi untuk pupulasi belut. Belut membutuhkan makanan 10-20% dari jumlah bobotnya pada setiap harinya, makanan sangat penting untuk perkembangan pertumbuhan belut.

Dibawah ini adalah perkiraan kebutuhan makanan setiap harinya untuk bobot belut berjumlah 10kg :

Belut Umur 0 sampai 1 bulan: 0,5 kg
Belut Umur 1 sampai 2 bulan: 1 kg
Belut Umur 2 sampai 3 bulan: 1,5 kg
Belut Umur 3 sampai 4 bulan: 2 kg
Pemberian pakan untuk belut bisa diberikan pakan hidup atau pakan mati, pakan hidup ini sangat bagus untuk belut yang masih kecil, beberapa pakan hidup yang dapat diberikan pada belut yang masih kecil adalah : cacing, plankton, jentik nyamuk, kutu air, kecebong, larva ikan, dll. Dan untuk pakan hidup belut dewasa bisa diberikan seperti : berupa ikan, katak, serangga, kepiting yuyu, bekicot, belatung, dan keong. Pemberian pakan hidup ini bisa diberikan selang 3 hari sekali, agar pertumbuhan belut lebih bagus.

Untuk pemberian pakan mati bisa diberikan seperti : pelet, bangkai ayam, ikan rucah, cincangan bekicot dan yuyu, dll. Dari kesekian pakan mati ini lebih bagus diberikan setelah direbus terlebih dahulu, dengan pengecualian pelet tidak perlu direbus. Pemberian makanan untuk belut sangat bagus diberikan pada sore dan malam hari, karena belut akan beraktifitas didalam kegelapan. Pemberian pakan pada belut bisa diberikan dengan 2 kali dalam sehari. Jika kolam anda berada dalam rumah/area gelap pemberian pakan bisa diberikan kapanpun.

Cara Pemanenan Budidaya Belut

Kali ini kita telah memasuki tahap yang telah ditunggu-tunggu dalam tahap ini kita tentunya berharap untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari keuntungan hasil panen belut. Pemanenan sangat mudah karena tidak ada patokan ukuran pemanenan terhadap belut, yang kecil atau yang besar semuanya enak untuk dikonsumsi, bahkan beberapa orang menyukai belut berukuran kecil untuk dikonsumsi. Tetapi untuk belut yang akan diexsport harus berukuran lebih besar, untuk mendapatkan belut yang lebih besar dibutuhkan waktu pemeliharaan kurang lebih 5-6 bulan.
Cara Panen Budidaya belut

Dalam cara pemanenan budidaya belut ada dua cara, yaitu dengan pemanenan total atau dengan hanya mengambil yang lebih besar dan memisahkan yang kecil untuk dipelihara kembali (penyoriran). Pemanenan total bisa dilakukan jika budidaya belut pembesaran sudah tepat penanganannya, sehingga pertumbuhan belut akan bersamaan (seragam).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar