Sabtu, 09 Januari 2016

Teknik Berternak Dan Cara Budidaya Ikan Patin Di Kolam Air Tawar  

Teknik Berternak Dan Cara Budidaya Ikan Patin
Di Kolam Air Tawar


sumber:http://farrayroom.blogspot.co.id/2014/03/cara-budidaya-ikan-patin-kolam-air-tawar.html
Bismillah...

Selamat siang sobat pembaca semua, jumpa lagi dengan info terbaru di farray room. Pada postingan yang lalu telah admin bagikan artikel menarik tentang Cara Termudah Budidaya Ikan Nila Merah Di Kolam Terpal dan Cara Memulai Budidaya Ikan Mas Untuk Pemula. Jika sobat pembaca baru pertama kali berkunjung disini, cobalah untuk membaca artikel itu, karena mungkin akan berguna buat sobat ataupun  juga sebagai tambahan pengetahuan mengenai peluang usaha yang menjanjikan.



Masih dalam kategori budidaya ikan, kesempatan saat ini akan admin bagikan artikel bagus lainnya tentang budi daya ikan patin. Berikut ini keterangan lebih lengkapnya. Selamat membaca.

Budidaya ikan patin dengan tehnik serta langkah berternak di kolam air tawar merupakan satu diantara aspek utama yang perlu dipelajari serta di perhatikan sebelum saat kita terjun menekuni usaha ternak ikan patin yang baik serta benar dan beruntung, lantaran dengan mempelajari serta mengerti perihal langkah budidaya ikan patin diharapkan kita bisa menyiapkan serta mempraktekan perihal apapun serta bagaimana langkah-langkah yang mesti dikerjakan.

Ikan patin dengan nama ilmiah Pangasius hypophthalmus masuk ke dalam golongan type ikan lele (catfish), habitat asli ikan patin di alam bebas yaitu datang dari sungai-sungai besar yang ada di lokasi pulau Kalimantan, pulau Sumatra, serta pulau Jawa. Tetapi ikan patin bisa pula hidup serta dibudidayakan di kolam air tawar. Type ikan patin lokal di Indonesia memiliki kesamaan wujud, ukuran serta struktur dengan type ikan patin yang ada di Thailand (Pangasius sutchi). Ikan patin terhitung kelompok ikan yang paling banyak dikonsumsi lantaran untuk sumber protein hewani. Menekuni usaha peternakan lkan patin adalah usaha yang mempunyai prospek bagus lantaran bisa mengahasilkan nilai jual yang tinggi, lantaran tak hanya untuk sumber gizi ikan patin dapat juga bemilai jual untuk ikan hias.

Ikan Patin terhitung ikan yang cepat besar hingga untuk bibit yang dengan cara teratur diberikan makan tambahan saat mereka meraih usia 6 bulan panjang tubuhnya bisa meraih 35 hingga 40 cm. Supaya sistem perkembangan bibit lebih cepat lagi maka ikan patin lebih baik dibudidayakan di kolam dengan air yang mengalir dengan cara teratur.

Memilih habitat (Kolam) Dalam Cara Budidaya lkan Patin

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kita menentukan untuk memilihhabitat di dalam cara budidaya ikan patin sebagai kolam peternakan.
Pilihlah jenis tanah liat atau tanah lempung dan tidak berporos, karena tanah jenis inimerupakan tanah yang bagus untuk dibuat sebagai kolam tempat pemeliharaan.
Pilihlah tanah yang mempunyai kemiringan 3 sampai dengan 5 Yo, supaya aliran air ke kolam bisa lebih mudah secara gravitasi.
Jika anda mempunyai pilihan menentukan cara budidaya ikan patin dengan sistem jala apung, maka pilihlah sungai yang mempunyai arus lambat.
Pilihlah habitat ikan patin yang mempunyai kualitas air yang bersih, usahakan air tidak begitu keruh, air juga tidak boleh tercemari dengan bahan-bahan kimia yang beracun serta tidak boleh tercemari oleh limbah dari industri atau pabrik.
Usahakan suhu air pada kisaran 26 sampai dengan 28 derajat celcius ketika masa penetasan telur mejadilarva yang siap dimasukan akuarium. Untuk daerah yang mempunyai suhu air yang cenderung rendah maka diperlukan heater atau pemanas supaya suhu air tetap stabil dan memcapai suhu yang optimal.
Usahakan agar anda mempunyai kolam air yang mempunyai keasaman kira-kira 6,5 sampai dengan 7.
Cara pembenihan ikan patin

Cara pembenihan ikan patin sebaiknya dipilih lokasi kolarn untuk peternakan yang dekat dengan sumber air dan bebas dari banjir. Untuk memudahkan sistim pengairan kedalam kolam sebaiknya kolam dibangun pada lokasi lahan yang landai dan mempunyai kemiringan 3 sampai dengan 5 %.Hal ini bertujuan agar air mudah dan lancer mengalir ke kolam.

Setidaknya ada 3 jenis kolam yang perlu disiapkan untuk memulai cara budidaya ikan patin.

a. Kolam Tempat Memelihara Induk

Luas kolam ditentukan oleh seberapa banyak jumlah induk dan intensitas dalam pengolahannya, misalnya untuk 100 kilogram induk sebaiknya dipelihara di dalam kolam dengan luas kira-kira 500 mt , persyaratan memilih kolam jenis ini jika anda hanya mengandalkan sumber pakan alami ditambah dedak. Tetapi jika akan yang akan diberikan berupa pelet maka untuk 100 kilogram induk bisa dipelihara di dalam kolam dengan luas antara 150 sampai dengan 200 m2 saja. Kolam sebaiknya mempunyai bentuk persegi panjang, dinding samping kolam bisa ditembolq tetapi untuk jenis kolam tanah sebaiknya dinding samping dilapisi anyaman bambu.

b. Kolam Tempat Pemijahan

Kolam tempat memijahkan bisa di kolam tanah atau berupa bak tembok" jumlah induk yang hendak dipijahkan memengaruhi besarnya ukuran atau luas kolam. Misalnya untuk I ekor induk yang mempunyai berat 3 kilogram sebaiknya ditempatkan pada kolam dengan luas 18 meter persegi yang sudah dilengkapi dengan kira-kira 18 buah ijuk.

c. Kolam Tempat Pendederan

Untuk kolam tempat pendederan sebaiknya dibuatkan kolam berbentuk 4 persegi, buatkanlah saluran (kemalir) pada dasar kolam dan buatkan juga kubangan di daerah saluran pengeluaran. Saluran kernalir dan kubangan dibuat dengan tujuan untuk mengumpulkan benih pada saat panen tiba.

Cara Pemijahan dan Memilih Bibit Ikan Patin

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan pembibitan di dalam cara budidaya ikan patin agar didapatkan bibityang sehat dan cepat dalam membesarkannya.

a. Memilih Bibit Ikan Patin yang Bagus

Memilih Bibit Ikan Patin bisa berasal dari proses perneliharan di kolam sejak kecil atau merupakan hasil dari tangkapan di alam , pilihlah induk yang berasal dari kawanan ikan patin yang sudah dewasa sehingga diharapkan kita mendapatkan induk yang ideal dan mempunyai kualitas yang bagus.

b. Perawatan dan Pemeliharaan Induk patin

Lakukanlah pemeliharaan secara khusus terlebih dahulu terhadap induk ikan patin yang telah dipilih untuk dipijahkan, pemeliharan bisa dilakukan di dalam sangkar yang terapung, berikanlah makanan special terhadap induk yaitu makanan yang kaya akan protein. Makanan induk bisa dibuat dari bahan-bahan yang bisa dibeli dan tersedia banyak dipasaran seperti : Bahan-bahan berupa pakan ayam yang mengandung 35 person tepung ikan di dalamnya, dedak halus dengan komposisi 30 prsen, menir beras dengan komposisi 25
persen, tepung kedelai dengan komposisi 10 persen, dan tambahan vitamin atau mineral sebesar 0,5 persen.

Cara membedakan ikan patin jantan dan betina

Bagaimanakah cara membedakan induk ikan patin jantan dan betina ? Induk ikan patin yang secara gonag sudah matang serta siap untuk masuk ke dalam sesi pemijahan mempunyai kriteria sebagai berikut :

a. Kriteria induk betina
Induk sudah mempunyai usia 3 tahun.
Induk sudah mempunyai berat antara 1,5 samapai dengan 2 kilogram.
Secara visual induk sudah mempunyai perut yang membesar pada daerah anus.
Bila diraba perut induk patin akan terasa empuk, lembek dan tipis.
Ada pembengkakan dantimbul wam& merah di daerah kloaka.
Akan keluar beberapa butir telur jika daerah kloaka ditekan.
b. Kriteria induk jantan
Induk sudah rnempunyai usia 2 tahun.
Induk sudah mempunyai berat antara 1,5 sampai dengan 2 kilogram
Seperti halnya pada induk betina, bila diraba induk jantan mempunyai perut yang lembek dan tipis.
Jika diwut sambil ditekan induk jantan akan mengeluarkan cairan berupa sperma yang berwarna putih.
Pada bagian kelamin lnduk jantan ada pembengkakan dan mempunyai warna merah tua sebagai tanda bahwa induk siap dikawinkan.
Setelah bibit yang dipijatrkan menghasilkan benih, lakukanlah pemindahan terhadap benih ikan patin yang sudah mempunyai usia I hari, pindahkan benih ke dalam akuarium dengan ukuran 80 x 45 x 45 (cm). Setiap akuarium usahakan diberi air dari sumur bor yang sudah terlebih dahulu diaerasi. Secara ideal setiap akuarium berisi 500 ekor, tempatkan aerator di setiap akuarium untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada benih. Agar kestabilan suhu air dan ruangan te{aga maka dapat ditempatkan heater (pemanas).

Karena benih baru berusia t hari maka benih belum diperlukan pemberian makanan tambahan karena merka masih mempunyai sumber makanan cadangan yang berupa yolk sack (kuning telur). Barulah pada hari ke-3 benih bisa mendapatkan suplai makanan tambahan yaitu emulsi kuning telur ayam yang sudah di terlebih dahulu direbus. Kemudian secara perlahan-lahan benih akan menyantap makanan hidup yang berupa kutu air dan atau jentik nyamuk.

Pemeliharaan dan Pembesaran Bibit lkan Patin

Ikan patin mempunyai karakteristik pertumbuhan yang pesat, terutama pertambahan panjang badan ikan, ketika menginjak usia 2 bulan, benih ikan patin bisa tumbuh mencapai 10 sampai dengan 12 cm, dan berat badanya bisa mencapai 14 sampai dengan 15 gram. Ketika beratlrya mencapai 2,50 kilogram pertambahan berat badanya menjadi lebih cepat dari pada pertambahan panjang badannya Namun ketika ikan patin mencapai umur 10 tahun pertumbuhannya (berat dan pa4iang) menjadi lebih lambat dibandingkan dengan ikan patin yang masih muda. Di habitat aslinya di alam liar, Ikan patin dewasa bisa bertahan hidup sampai umur 20 tahun.

Proses membesarkan benih ikan patin bisa dilakukan diberbagai variasi tempat yang berbeda, yaitu : di kolam biasa, kolam jala apung? sitim pen dan kolam keramba.

Kualitas air dan kolam ikan patin

Kualitas air ikan patin yang kurang baik bisa mengakibatkan ikan gampang diserang penyakit, penyeleksian kualitas air meliputi 2 sifat yaitu sifat air secara fisika dan sifat air secara kimiawi.

Sifat air secara fisika terdiri dari faktor suhu, kekeruhan air, dan warna air. Sedangkan sifat air secara kimiawi terdiri dari faktor besarnya kecilnya kandungan oksigen (O2), kandungan karbondioksida (CO2), nilai pH serta zat-zat atau limbah beracun. Ikan patin dikategorikan golongan ikan yang sanggup bertahan hidup jika terjadi kekurangan kandungan oksigen dalam kolam atau afu. Kriteria air yang bagus yang diperlukan dalam cara budidaya ikan patin setidaknya mengandung oksigen sebesar 4 milligram/liter air. Sedangkan besarnya kandungan karbondioksida harus kurang dari 5 milligramlliter air.

Kedalaman air mempengaruhi kualitas air dan jumlah plankton.

Kedalaman air 1 - 25 centimeter i air keruh, banyaknya partikel tanah.
Kedalaman air 25 - 50 centimeter ioptimal, plankton cukup.
Kedalaman air 50 centimeter d air jemih, planklon sedikit.
Untuk merangsang dan meningkatkan produktifitas makanan alami sebanyakbanyaknya maka kolam pembesaran perlu dikasih pupuk. Pupuk bisa berupa jenis pupuk kandang atau jenis pupuk hijau dengan besaran dosis 50 sampai dengan 700 gram per meter persegi.

Pemberian Pakan Ikan Patin

Pemberian pakan ikan patin dapat dilakukan pada pagi hari dan sore hari (2x sehari), banyaknya pakan yang diberikan untuk patin dalam satu hari sebanyak 37o sampai dengan 5% darl. berat tubuh ikan patin yang sedang diperlihara tsb. Kuantitas atau jumlah pakan yang diberikan mengalami perubahan setiap bulan. Untuk mendapatkan gambaran pertumbuhan ikan tsb, ambilah 5 ekor sampai dengan 10 ekor ikan patin sebagai sampel kemudian ditimbang.

Ikan Patin termasuk ke dalam jenis ikan pemakan segala (omnivore), ikan ini mempunyai sifat dan kebiasaan menyantap pakan di dasar air (kolam). Sebelum mempunyai kebiasaan sebagai omnivora, ketika pada masa ikan berupa lawa ikan patin cenderung mempunyai kebiasaan sebagai ikan pemakan daging (carnivora). Pada masa larva, ikan patin cenderung memangsa ikan patin lain (kanibalisme) oleh sebab itu ketika masa ikan masih berupa larva, tidak boleh terjadi keterlambatan dalam pemberian pakan.

Untuk sumber pakan tambahan dapat diberikan pellet, ikan-ikan kecil, serta sisa-sisa bahan makanan di dapur. Pakan tambahan dapat diberikan setiap 3 hari sampai dengan 4 hari sekali, hal ini bertujuan untuk merangsang nafsu makan ikan.

Untuk memaksimalkan hasil budidaya agar mendapatkan jumlah ikan yang banyak pada masa panen ikan patin tiba maka perlu diperhatikan juga adanya faktor lain yang bisa mempengaruhi seperti gangguan dari hama dan serangan penvakit.

Masa Panen Dalam Budidaya Ikan Patin

Metode penangkapan pada masa panen ikan patin dengan memakai sistim jala apung sering menyebabkan ikan menjadi luka-luka. Sebaiknya memulai pekerjaan penankapan ikan terlebih dahulu dilakukan di daerah hilir kemudian secara perlahan maju ke daerah hulu. Jika anda menggunakan kere doronglah kawanan ikan patin sehingga mereka terpojok di daerah hulu, metode penangkapan seperti ini lebih baik dan menguntungkan sebab kawanan ikan patin tetap memperoleh air segar untuk menghindari kematian pada ikan.

Ikan patin yang dibudidayakan di dalam hampang dalam kurun waktu 6 bulanan sudah bisa dipanen, benih yang mempunyai berat 8 sampai dengan 12 gramiekor ketika pada awal waktu ditebarkan di kolam, beratnya akan mencapai kira-kira 600 sampai dengan 700 gram/ekor ketika menginjak umur 6 bulan.

Nah itulah artikel mengenai budidaya ikan, khususnya ikan patin dari admin, semoga ada manfaatnya buat kita semua. Share juga ke yang lain untuk tambahan pengetahuan mereka. Terima kasih telah bersedia membaca artikel diatas, semoga hari-hari sobat menggembirakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar